Wakasad Agus Subiyanto, Pernah Bela Anak Buah saat Ribut dengan Polisi

Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:21 WIB
loading...
Wakasad Agus Subiyanto, Pernah Bela Anak Buah saat Ribut dengan Polisi
Mayjen TNI Agus Subianto ditunjuk sebagai wakil KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menunjuk Mayjen TNI Agus Subiyanto untuk menduduki jabatan baru sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat ( Wakasad ). Agus Subiyanto sebelumnya adalah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi yang menjabat sejak Agustus 2021.

Pria kelahiran Pangandaran, Jawa Barat ini pernah menjabat sebagai Komandan Korem 061/Suryakencana dan Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri. Agus juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem 132/Tadulako dan pernah tergabung dalam Operasi Tinombala untuk memburu jaringan Mujahidin Indonesia Timur di Poso.

Ketika bertugas sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), nama lulusan Akademi Militer tahun 1991 sempat mencuat dalam pemberitaan media massa. Saat itu, beredar video puluhan anggota Paspampres mendatangi Polres Metro Jakarta Barat.

Baca juga: Jadi Wakasad, Kekayaan Mayjen TNI Agus Subiyanto Hanya Segini

Ini adalah buntut keributan antara anggota Paspampres dengan petugas kepolisian di pos penyekatan PPKM Darurat Daan Mogot, Jakarta Barat. Para anggota Paspampres datang mencari oknum polisi yang dianggap arogan kepada rekan mereka, Praka Izroi.

Sebagai komandan, Agus Subiyanto pasang badan. Dia mengatakan para anggotanya sengaja datang untuk memastikan apakah oknum polisi yang bertindak arogan tersebut sudah diproses.



"Anggota saya yang datang ke Polres ingin meyakinkan apakah oknum yang bicara di video 'kalau kamu Paspampres memang kenapa?'. Sudah diberi peringatan oleh atasannya, karena ini menyinggung institusi negara," kata Agus waktu itu.

Menurut Agus, Praka Izroi dan anggota mayoritas anggota Paspampres tinggal di luar Asrama Paspampres. Saban hari mereka banyak melewati titik penyekatan. Seharusnya, para anggota Paspampres diizinkan melewati penyekatan sesuai aturan. Sebab mereka adalah petugas di sektor esensial dan kritikal.



"Apabila aturan tidak dipahami petugas maka akan terjadi miskomunikasi antara warga yang bekerja di sektor yang ditentukan dengan petugas PPKM," jelasnya.

Agus berharap ada sosialisasi lebih mendalam terkait PPKM Darurat kepada para petugas di lapangan. Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah petinggi TNI-Polri terkait hal ini. "Saya sudah koordinasi dengan Para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan tentang PPKM Darurat," ujarnya.
(muh)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2918 seconds (10.177#12.26)