Pilpres Dua Pasang Lagi, Cebong dan Kampret Kembali Muncul

Kamis, 11 Juni 2020 - 16:04 WIB
loading...
Pilpres Dua Pasang Lagi,...
Belakangan ini isu syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) kembali mengemuka, seiring mulai dibahasnya revisi UU Pemilu oleh DPR. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Belakangan ini isu syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) kembali mengemuka, seiring mulai dibahasnya revisi Undang-Undang Pemilu oleh DPR.

Dalam wacana ini, kembali muncul suara-suara yang menginginkan agar presidential threshold (PT) untuk Pemilu 2024 diturunkan atau ditiadakan, tidak lagi 20% seperti pemilu lalu.

Salah satunya diungkapkan pakar hukum tata negara Refly Harun. Dia berharap PT pada Pemilu 2024 dihapus. Jangan lagi PT seperti pemilu lalu yang mendorong munculnya dua capres.

Menurut Refly, dua pasangan capres justru akan memicu terjadinya bipolarisasi. Alhasil akan muncul lagi istilah Cebong dan Kampret. "Bayangkan kalau dua lagi, cebong dan kampret lagi kan. Satu dibilang pengikut PKI, satu dibilang pengikut khilafah. Jadi kita tidak produktif sebagai bangsa," tuturnya. (Baca juga: Dukung PT Nol Persen, Fadli Zon Ingin Banyak Capres di Pilpres 2024 )

Refly mengatakan itu saat berbincang dengan Ustaz Abdul Somad dalam di chanel Youtubenya. video itu dipublikasikan 6 Juni 2020 dengan judul Part 1: Pecah!!! Dicecar Refly, Ustaz Abdul Somad Malah Balik Tanya Macam-macam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
BREAKING! Refly Harun...
BREAKING! Refly Harun Pasang Badan di Praperadilan Roy Suryo, Minta Cekal Dicabut
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved