Jendela Lima Benua
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Jika direnungi, dua kata “Granada Menangislah” yang merupakan salah satu judul dalam buku Granada Menangislah…benar-benar mewakili keseluruhan judul dan isi dalam buku ini. Judul Granada Menangislah…bak luapan emosi jiwa Asro Kamal Rokan, yang sekaligus sangat mungkin, menjadi perjalanan liputannya yang begitu membekas. “Setelah berkeliling di Istana Alhambra – monumen terakhir kejayaan pemerintah Islam selama 781 tahun, yang berakhir tragis, diikuti kekejaman, dan intoleransi – saya meninggalkan Granada dengan perasaan sangat pilu. Puncak Gunung Siera Nevada ditutupi salju. Dingin dan beku.” (hal. 34)
Masih di halaman yang sama, Asro mengguratkan, “Di perjalanan pulang menuju Madrid, terngiang kata-kata Aisyah, ibu sultan terakhir Granada: Menangislah seperti wanita terhadap apa yang tidak bisa kau pertahankan selayaknya laki-laki. Dan, pengusiran, penyesalan, keterasingan, penghinaan, terjadi karena keserakahan dan hasrat pada kekuasaan yang tidak terbendung. Harga diri dan akal sehat telah hilang – merugi hingga kini. Menangislah…” Granada, Januari 2010.
Judul: Granada Menangislah… : Catatan Perjalanan Lima Benua
Penerbit: Rajawali Pers
Penulis: Astro Kamal Rokan
Terbit: Cetakan 1/2021
Tebal: 370 halaman
ISBN: 978623372140
Masih di halaman yang sama, Asro mengguratkan, “Di perjalanan pulang menuju Madrid, terngiang kata-kata Aisyah, ibu sultan terakhir Granada: Menangislah seperti wanita terhadap apa yang tidak bisa kau pertahankan selayaknya laki-laki. Dan, pengusiran, penyesalan, keterasingan, penghinaan, terjadi karena keserakahan dan hasrat pada kekuasaan yang tidak terbendung. Harga diri dan akal sehat telah hilang – merugi hingga kini. Menangislah…” Granada, Januari 2010.
Judul: Granada Menangislah… : Catatan Perjalanan Lima Benua
Penerbit: Rajawali Pers
Penulis: Astro Kamal Rokan
Terbit: Cetakan 1/2021
Tebal: 370 halaman
ISBN: 978623372140
(hdr)
Lihat Juga :