Penantian Panjang Serda Mugiyanto, 20 Tahun Tak Pakai Seragam TNI Gegara Terkena Ranjau
Jum'at, 21 Januari 2022 - 06:26 WIB
loading...
Serda Mugiyanto, personel TNI AD dari Kodim 0705/Magelang selama 20 tahun tidak pernah menggunakan PDL. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Selama dua dasawarsa Serda Mugiyanto, seorang personel TNI AD dari Kodim 0705/Magelang tidak pernah menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Penantian panjangnya kini sudah selesai.
Alasannya tak menggunakan PDL bukan persoalan sederhana. Ia terpaksa tidak memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) lantaran salah satu kakinya diamputasi saat berdinas di Ambon, Maluku sekitar 2001 silam. Saat itu, dia tak sengaja menginjak ranjau yang terpasang.
Akibatnya, kaki palsu menjadi tumpuannya berjalan. Namun, kaki palsu yang sebelumnya digunakan Serda Mugi mengalami keretakan di bagian dalam. Beragam cara dia lakukan supaya kaki palsu itu bisa kembali digunakan dengan keterbatasan yang ada. Bagian telapak kaki yang terlepas ia coba rekatkan kembali menggunakan lakban.
Baca juga: Jenderal Dudung Gelar Kejuaraan Sepak Bola Liga Santri Piala KSAD
Akibat pemakaiannya dipaksakan dan daya topang kurang memadai, Mugi kesulitan berjalan. "Rusaknya kemarin di bagian dalam, itu terjadi pecah, dan telapaknya itu sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Sampai kita balut menggunakan lakban, dan di telapak itu juga sama, kita ganti dengan pelapis kulit," kata Serda Mugi dalam video YouTube di kanal TNI AD, dikutip, Jumat (21/1/2022).
Alasannya tak menggunakan PDL bukan persoalan sederhana. Ia terpaksa tidak memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) lantaran salah satu kakinya diamputasi saat berdinas di Ambon, Maluku sekitar 2001 silam. Saat itu, dia tak sengaja menginjak ranjau yang terpasang.
Akibatnya, kaki palsu menjadi tumpuannya berjalan. Namun, kaki palsu yang sebelumnya digunakan Serda Mugi mengalami keretakan di bagian dalam. Beragam cara dia lakukan supaya kaki palsu itu bisa kembali digunakan dengan keterbatasan yang ada. Bagian telapak kaki yang terlepas ia coba rekatkan kembali menggunakan lakban.
Baca juga: Jenderal Dudung Gelar Kejuaraan Sepak Bola Liga Santri Piala KSAD
Akibat pemakaiannya dipaksakan dan daya topang kurang memadai, Mugi kesulitan berjalan. "Rusaknya kemarin di bagian dalam, itu terjadi pecah, dan telapaknya itu sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Sampai kita balut menggunakan lakban, dan di telapak itu juga sama, kita ganti dengan pelapis kulit," kata Serda Mugi dalam video YouTube di kanal TNI AD, dikutip, Jumat (21/1/2022).
Lihat Juga :