1,1 Juta Dosis Kedaluwarsa, Cak Imin Desak Kemenkes Evaluasi Distribusi Vaksin
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:29 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar angkat bicara soal adanya kabar 1,1 juta dosis dosis kedaluwarsa. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar angkat bicara soal adanya kabar 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 kedaluwarsa . Dia mengingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar memperhatikan betul terkait informasi ini.
“Saya ingatkan agar vaksin yang diindikasikan akan kedaluwarsa terus dipelototi. Dan yang sudah kedaluwarsa harus segera dibuang. Cek satu-satu petanya dan jumlahnya berapa di masing-masing daerah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). Baca juga: Kedaluwarsa, Nigeria Hancurkan 1 Juta Vaksin COVID-19
Cak Imin juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk tidak segan menanyakan masa kedaluwarsa vaksin yang bakal disuntikkan kepada petugas. “Masyarakat juga perlu proaktif ya, tanyakan dulu status vaksinnya sebelum disuntikkan. Jaga-jaga siapa tahu petugasnya tidak perhatikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendesak Kemenkes untuk segera mengevaluasi penyebab masih banyaknya vaksin yang belum digunakan dan akan memasuki tenggat waktu kedaluwarsa.
“Saya ingatkan agar vaksin yang diindikasikan akan kedaluwarsa terus dipelototi. Dan yang sudah kedaluwarsa harus segera dibuang. Cek satu-satu petanya dan jumlahnya berapa di masing-masing daerah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). Baca juga: Kedaluwarsa, Nigeria Hancurkan 1 Juta Vaksin COVID-19
Cak Imin juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk tidak segan menanyakan masa kedaluwarsa vaksin yang bakal disuntikkan kepada petugas. “Masyarakat juga perlu proaktif ya, tanyakan dulu status vaksinnya sebelum disuntikkan. Jaga-jaga siapa tahu petugasnya tidak perhatikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendesak Kemenkes untuk segera mengevaluasi penyebab masih banyaknya vaksin yang belum digunakan dan akan memasuki tenggat waktu kedaluwarsa.
Lihat Juga :