Jokowi Sebut Pandemi Berkepanjangan Timbulkan Luka yang Dalam

Kamis, 20 Januari 2022 - 12:49 WIB
loading...
Jokowi Sebut Pandemi Berkepanjangan Timbulkan Luka yang Dalam
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi yang berkepanjangan telah menimbulkan luka yang dalam pada sektor tertentu. Foto/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi yang berkepanjangan telah menimbulkan luka yang dalam pada sektor tertentu. Di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini dunia dan Indonesia diguncang varian Covid-19, Omicron .

Meski agenda besar bangsa saat ini pemulihan ekonomi, Jokowi mengingatkan agar tetap waspada terhadap perkembangan Omicron yang kini mulai melonjak di Indonesia. Baca juga: Jokowi: 2022 Momentum Pemulihan Ekonomi Meski Ada Omicron



"Meskipun kinerja ekonomi sektor riil terus membaik tetapi kita harus tetap waspada terhadap perkembangan pandemi Covid-19 utamanya varian Omicron dan juga dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 di Istana Bogor, Kamis (20/1/2022).

Selain menyebabkan persoalan kesehatan, pandemi juga menghadirkan krisis ekonomi. Setidaknya itu bisa ditandai dengan terjadinya kelangkaan energi, kontainer, pangan, kenaikan harga produsen hingga kelangkaan pangan.

"Saya kira persoalan-persoalan itu harus terus kita ikuti karena dampaknya pasti ada terhadap negara kita," jelas Jokowi.



Atas sekelumit permasalahan itu, Jokowi menilai pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menyebabkan luka yang begitu dalam. "Pandemi yang berkepanjangan betul-betul telah menimbulkan luka yang dalam bagi sektor-sektor tertentu," ucapnya.

"Dan di saat yang sama telah terjadi global supply chain disruption yang memicu peningkatan harga komoditas dunia dan menimbulkan inflasi global yang semakin tidak menentu," sambung Jokowi. Baca juga: Satkomhan Bermasalah, Mahfud MD Ungkap Jokowi Perintahkan Wiranto Menyelesaikan

Jokowi ingin strategi pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid yang belum berlalu dilakukan secara detail dan penuh kehati-hatian. "Agar tidak mengganggu upaya-upaya pemulihan yang sedang kita lakukan," tutupnya.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2917 seconds (11.97#12.26)