Sekber Prabowo-Jokowi Dinilai Usaha Mendelegitimasi Demokrasi
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:34 WIB
loading...
Prabowo Subianto dan Joko Widodo dalam sebuah kesempatan. Saat ini muncul Sekber Prabowo-Jokowi yang mendorong agar kedua tokoh tersebut maju berpasangan di Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ide Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi dinilai sebagai usaha untuk melakukan delegitimasi terhadap demokrasi. Tujuan dari koalisi masyarakat yang mendorong Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024 itu cuma memuaskan libido politik beberapa orang tertentu.
“Sekber Prabowo - Jokowi atau deklarasinya Prabowo - Jokowi ini adalah usaha-usaha untuk melakukan delegitimasi terhadap demokrasi kita,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Selasa (18/1/2022).
Kunto melihat tujuan dari Sekber Prabowo - Jokowi itu ingin mengajak masyarakat untuk kemudian menghancurkan bangunan konstitusi yang menjamin demokrasi negara ini. Dia menjelaskan, pembatasan seseorang menjabat sebagai presiden atau wakil presiden diatur dalam konstitusi.
Baca juga: Muncul Sekber Prabowo-Jokowi, Gerindra: Kita Nikmati sebagai Dinamika Jelang Pilpres 2024
“Sekber Prabowo - Jokowi atau deklarasinya Prabowo - Jokowi ini adalah usaha-usaha untuk melakukan delegitimasi terhadap demokrasi kita,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Selasa (18/1/2022).
Kunto melihat tujuan dari Sekber Prabowo - Jokowi itu ingin mengajak masyarakat untuk kemudian menghancurkan bangunan konstitusi yang menjamin demokrasi negara ini. Dia menjelaskan, pembatasan seseorang menjabat sebagai presiden atau wakil presiden diatur dalam konstitusi.
Baca juga: Muncul Sekber Prabowo-Jokowi, Gerindra: Kita Nikmati sebagai Dinamika Jelang Pilpres 2024
Lihat Juga :