Eks Direktur WHO: Setelah Booster, Risiko Masuk RS Akibat Omicron Turun 81%

Senin, 17 Januari 2022 - 13:19 WIB
loading...
Eks Direktur WHO: Setelah...
Setidaknya ada 126 negara di dunia sudah merekomendasikan vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai mengimplementasikannya. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Setidaknya ada 126 negara di dunia sudah merekomendasikan vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai mengimplementasikannya. Hal ini dikatakan mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama.

Baca juga: 1,4 Juta Masyarakat Telah Disuntik Vaksin Booster per 15 Januari

"Sampai akhir 2021 WHO mencatat setidaknya ada 126 negara di dunia yang sudah memberi rekomendasi untuk vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai implementasikannya," kata Tjandra dari keterangan yang diterima, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Kemenkes Pastikan Jumlah Stok Vaksin Booster Aman

Tjandra menjelaskan, tujuan vaksinasi tambahan adalah meningkatkan respons imun, sehingga dapat memberi perlindungan memadai terhadap penyakit.



Vaksinasi booster kata Tjandra, diberikan pada mereka yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer dimana dalam perjalanan waktu ternyata imunitas dan perlindungan kliniknya menjadi berkurang dan menjadi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Booster bertujuan mengembalikan efektivitas vaksin sehingga membaik kembali," katanya.

Tjandra mengungkapkan, dari sebuah penelitian 'UK Health Security Agency' 2 minggu sesudah pemberian booster maka level proteksi akan naik sampai 93,1% pada mereka yang vaksin primernya AstraZeneca.

"Dan naik menjadi 94% pada yang vaksin primernya adalah Pfizer," ujarnya.

Bahkan kata Tjandra, dari penelitian tersebut juga diungkapkan bahwa risiko masuk rumah sakit (rs) akibat Omicron turun 81% yang sudah divaksin tiga kali atau booster.

"Risiko masuk rumah sakit akibat infeksi Omicron turun 65% pada mereka yang sudah divaksin dua kali dan turun 81% pada yang sudah divaksin 3 kali," ungkapnya.

Sementara Tjandra mengungkapkan, penelitian lain dari Skotlandia bahwa mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis ke tiga atau 'booster' punya risiko 57% lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Menkes: IMEDIC 2025...
Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan
Tolak Amendemen IHR...
Tolak Amendemen IHR oleh WHO, Mantan Menkes Siti Fadilah: Kurangi Kedaulatan Negara
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah Akan Percepat Vaksin Booster
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved