Baznas Jateng Salurkan Rp3 Miliar untuk Bangun Rumah Sehat Layak Huni
Minggu, 16 Januari 2022 - 18:24 WIB
loading...
Baznas Jateng menggelontorkan zakat untuk bantuan rumah sehat layak huni (RSLH) pada 2021. Nilai zakat untuk bantuan RSLH mencapai Rp3.229.625.000.
A
A
A
PEMALANG - Baznas Jateng menggelontorkan zakat untuk bantuan rumah sehat layak huni (RSLH) pada 2021. Tak tanggung-tanggung, jumlah nilai zakat untuk bantuan RSLH mencapai Rp3.229.625.000. Dengan jumlah rumah yang dibantu sebanyak 318 unit.
Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, di Jawa Tengah ini punya lima daerah yang kemiskinannya ekstrem. Meliputi wilayah selatan seperti Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas. Serta wilayah utara ada Pemalang dan Brebes. "Kita rembuk bareng-bareng dengan daerah. Utamanya pada membangun rumah untuk mereka. Karena rumah mereka ini sama sekali tidak bisa dihuni. Nah ini kita bangun," kata Darodji di kantornya, Sabtu (15/1/2022).
Menurutnya, selain lima daerah itu, Baznas dan Pemprov Jateng bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah juga tetap fokus membangun rumah layak di daerah lain yang juga diberi bantuan RSLH. "Jadi kita bersama Disperakim bareng-bareng mengatasi atas dawuhnya pak gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) tentu saja. Itulah bentuk sinergi," ucapnya.
Pelaksana Bidang Pelatihan Tenaga Kerja Mustahik Baznas Jateng Rajimin menambahkan, untuk usulan pemberian bantuan RSLH memang dari bawah ke atas. Namun tetap harus mengikuti mekanisme. "Kalau RSLH itu pasti diusulkan dari bawah, dari lurah, diketahui camatnya dan itu sudah masuk database yang ada di dinsos, baik itu secara regional maupun lainnya," kata dia di kantornya.
![Baznas Jateng Salurkan Rp3 Miliar untuk Bangun Rumah Sehat Layak Huni]()
Seorang penerima bantuan RTLH di Dukuh Limbangan RT 5 RW 1, Desa Plakar, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Warso tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya mendapatkan bantuan. Sebab, dia tak perlu khawatir lagi dengan anggota keluarga mendiami rumah lamanya. "Senang. Dulu rumah saya itu enggak layak huni. Saya dibantu Baznas, dan Pemerintah Provinsi Jateng," ucapnya ditemui di lokasi rumahnya yang sedang dibangun.
Dia mengenang, sebelum ada bantuan RSLH, dia beserta istri dan tiga anaknya kerap khawatir saat di rumah. Mengingat ketika hujan turun beserta angin, rumahnya kerap nyaris roboh dan atapnya bocor. "Kalau hujan, rumah bocor. Ngeri. Kalau ada angin oyog (seolah mau roboh). Dihuni lima orang. Saya dan istri, tiga anak," ungkapnya.
Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, di Jawa Tengah ini punya lima daerah yang kemiskinannya ekstrem. Meliputi wilayah selatan seperti Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas. Serta wilayah utara ada Pemalang dan Brebes. "Kita rembuk bareng-bareng dengan daerah. Utamanya pada membangun rumah untuk mereka. Karena rumah mereka ini sama sekali tidak bisa dihuni. Nah ini kita bangun," kata Darodji di kantornya, Sabtu (15/1/2022).
Menurutnya, selain lima daerah itu, Baznas dan Pemprov Jateng bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah juga tetap fokus membangun rumah layak di daerah lain yang juga diberi bantuan RSLH. "Jadi kita bersama Disperakim bareng-bareng mengatasi atas dawuhnya pak gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) tentu saja. Itulah bentuk sinergi," ucapnya.
Pelaksana Bidang Pelatihan Tenaga Kerja Mustahik Baznas Jateng Rajimin menambahkan, untuk usulan pemberian bantuan RSLH memang dari bawah ke atas. Namun tetap harus mengikuti mekanisme. "Kalau RSLH itu pasti diusulkan dari bawah, dari lurah, diketahui camatnya dan itu sudah masuk database yang ada di dinsos, baik itu secara regional maupun lainnya," kata dia di kantornya.

Seorang penerima bantuan RTLH di Dukuh Limbangan RT 5 RW 1, Desa Plakar, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Warso tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya mendapatkan bantuan. Sebab, dia tak perlu khawatir lagi dengan anggota keluarga mendiami rumah lamanya. "Senang. Dulu rumah saya itu enggak layak huni. Saya dibantu Baznas, dan Pemerintah Provinsi Jateng," ucapnya ditemui di lokasi rumahnya yang sedang dibangun.
Dia mengenang, sebelum ada bantuan RSLH, dia beserta istri dan tiga anaknya kerap khawatir saat di rumah. Mengingat ketika hujan turun beserta angin, rumahnya kerap nyaris roboh dan atapnya bocor. "Kalau hujan, rumah bocor. Ngeri. Kalau ada angin oyog (seolah mau roboh). Dihuni lima orang. Saya dan istri, tiga anak," ungkapnya.
Lihat Juga :