Politikus Demokrat Ribut dengan Menteri ESDM soal Batu Bara
Kamis, 13 Januari 2022 - 16:09 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kanan) bersitegang dengan legislator dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir (kiri). FOTO/DOK.SINDOnews/DPR RI
A
A
A
JAKARTA - Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif diwarnai keributan, Kamis (13/1/2022) siang. Menteri ESDM bersitegang dengan legislator dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir.
Keributan ini bermula Muhammad Nasir membahas soal pencurian batu bara oleh Tan Paulin yang disebut sebagai ratu batu bara tanpa adanya laporan yang jelas.
"Masalah pengawasan tambang juga, saya enggak tahu ini Inspektur di mana? Batu kita hilang terus, dan sampai ada disebut-sebut 'ratu batu bara' tapi enggak ditangkep ini orang, ada namanya.. produksinya 1 juta satu bulan, tapi enggak ada laporan ESDM ke kita. (namany) Tan Paulin," kata Nasir dalam Raker di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Nasir meminta agar Tan Paulin ditangkap karena batu bara yang dicuri dijual ke luar negeri. Perbuatannya merusak infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah daerah (pemda). Hal ini telah dibahas saat Komisi VII DPR kunjungan ke Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kan kacau ini, semua pemain batu bara dan tambangnya dicuri sama mereka. Kita kunjungan ke Kaltim, ini yang kita bahas, gara-gara dia, infrastruktur pemda rusak semua, bener kan Pak Dirjen? Itu yang disampaikan kepala-kepala daerah? Tapi enggak dipegang ini orang," ujarnya.
Keributan ini bermula Muhammad Nasir membahas soal pencurian batu bara oleh Tan Paulin yang disebut sebagai ratu batu bara tanpa adanya laporan yang jelas.
"Masalah pengawasan tambang juga, saya enggak tahu ini Inspektur di mana? Batu kita hilang terus, dan sampai ada disebut-sebut 'ratu batu bara' tapi enggak ditangkep ini orang, ada namanya.. produksinya 1 juta satu bulan, tapi enggak ada laporan ESDM ke kita. (namany) Tan Paulin," kata Nasir dalam Raker di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Nasir meminta agar Tan Paulin ditangkap karena batu bara yang dicuri dijual ke luar negeri. Perbuatannya merusak infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah daerah (pemda). Hal ini telah dibahas saat Komisi VII DPR kunjungan ke Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kan kacau ini, semua pemain batu bara dan tambangnya dicuri sama mereka. Kita kunjungan ke Kaltim, ini yang kita bahas, gara-gara dia, infrastruktur pemda rusak semua, bener kan Pak Dirjen? Itu yang disampaikan kepala-kepala daerah? Tapi enggak dipegang ini orang," ujarnya.
Lihat Juga :