Biografi Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, Ibu Presiden RI Pertama Soekarno
Rabu, 12 Januari 2022 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Ida Ayu kemudian dikenalkan dengan Soekemi oleh sahabatnya, Made Lastri. Dari situ, benih-benih cinta keduanya tumbuh dan hubungannya semakin derat. Ida Ayu dan Soekemi akhirnya memutuskan menikah pada 15 Juni 1897. Pasangan ini lalu dikaruniai seorang anak perempuan bernama Raden Soekarmini pada 29 Maret 1898. Setelah itu, keluarga kecil ini pindah ke Surabaya.
Baca juga: 5 Fakta Tentang Fatmawati Istri Soekarno, Nomor Terakhir Bikin Melas
Pada 6 Juni 1901, Ida Ayu yang tinggal di sekitaran Makam Belanda Kampong Pandean III, Kota Surabaya,melahirkan anak kedua, buah cinta dengan Soekemi. Bayi laki-laki itu kemudian diberi nama Koesno Sosrodihardjo atau Soekarno. Ia lahir saat fajar menyingsing, sehingga kemudian dikenal sebagai Putra Sang Fajar.
Saat melahirkan Soekarno, Ida Ayu genap berusia 20 tahun. Ia mendidik kedua anaknya dengan pengajaran bekal spiritual Hindu, sesuai dengan yang ia pelajari.
Enam bulan kemudian Ida Ayu harus mengikuti suaminya pindah ke kota kecil di Kecamatan Ploso, Jombang. Namun di tempat baru itu, kedua anaknya sering sakit-sakitan. Ida Ayu pun kemudian merelakan Soekarno dirawat dan diasuh oleh mertuanya di Tulungagung.
Ida Ayu cukup lama berpisah dengan Soekarno. Ia baru bertemu kembali dengan putra kesayangannya ketika harus pindah ke Mojokerto. Nyoman Rai memutuskan untuk fokus merawat Soekarno setelah putri sulungnya Soekarmini menikah dan tinggal bersama suaminya.
Namun kebersamaan dengan Soekarno juga tidak lama karena Ida Ayu harus mengikuti Soekemi yang berpindah tugas di Blitar. Ia dan suami lalu memutuskan menitipkan Soekarno di rumah HOS Cokromonoto untuk meneruskan sekolah di Surabaya.
Di Blitar, Ida Ayu tinggal di asrama sekolah yang sekarang menjadi SMU 1 Blitar. Dia dipercaya mengelola asrama sekaligus mengurus makan para pelajar yang tinggal di sana. Di tengah kesibukannya, Ida Ayu tetap berusaha untuk memantau keadaan Soekarno, putra ragilnya.
Baca juga: 5 Fakta Tentang Fatmawati Istri Soekarno, Nomor Terakhir Bikin Melas
Pada 6 Juni 1901, Ida Ayu yang tinggal di sekitaran Makam Belanda Kampong Pandean III, Kota Surabaya,melahirkan anak kedua, buah cinta dengan Soekemi. Bayi laki-laki itu kemudian diberi nama Koesno Sosrodihardjo atau Soekarno. Ia lahir saat fajar menyingsing, sehingga kemudian dikenal sebagai Putra Sang Fajar.
Saat melahirkan Soekarno, Ida Ayu genap berusia 20 tahun. Ia mendidik kedua anaknya dengan pengajaran bekal spiritual Hindu, sesuai dengan yang ia pelajari.
Enam bulan kemudian Ida Ayu harus mengikuti suaminya pindah ke kota kecil di Kecamatan Ploso, Jombang. Namun di tempat baru itu, kedua anaknya sering sakit-sakitan. Ida Ayu pun kemudian merelakan Soekarno dirawat dan diasuh oleh mertuanya di Tulungagung.
Ida Ayu cukup lama berpisah dengan Soekarno. Ia baru bertemu kembali dengan putra kesayangannya ketika harus pindah ke Mojokerto. Nyoman Rai memutuskan untuk fokus merawat Soekarno setelah putri sulungnya Soekarmini menikah dan tinggal bersama suaminya.
Namun kebersamaan dengan Soekarno juga tidak lama karena Ida Ayu harus mengikuti Soekemi yang berpindah tugas di Blitar. Ia dan suami lalu memutuskan menitipkan Soekarno di rumah HOS Cokromonoto untuk meneruskan sekolah di Surabaya.
Di Blitar, Ida Ayu tinggal di asrama sekolah yang sekarang menjadi SMU 1 Blitar. Dia dipercaya mengelola asrama sekaligus mengurus makan para pelajar yang tinggal di sana. Di tengah kesibukannya, Ida Ayu tetap berusaha untuk memantau keadaan Soekarno, putra ragilnya.
Lihat Juga :