Dugaan Korupsi Garuda Indonesia, ICW Minta Kejagung Tangani Serius Laporan Menteri BUMN

Rabu, 12 Januari 2022 - 08:54 WIB
loading...
Dugaan Korupsi Garuda...
ICW meminta Kejagung untuk menindaklanjuti laporan korupsi di maskapai plat merah Garuda Indonesia yang buktinya sudah dilaporkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Selasa (11/1/2022). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menindaklanjuti laporan korupsi di maskapai plat merah Garuda Indonesia yang buktinya sudah dilaporkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Selasa (11/1/2022).

"Ya saya harap kejagung serius menangani kasus ini, sama seperti kasus Garuda sebelumnya yang sudah ditangani KPK," ujar Agus ketika dikonfirmasi MNC Portal, Rabu (12/1/2022). Baca juga: Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Garuda, Pengamat: Kalau Indikasi Kuat dan Ada Bukti, Proses Hukum!

Dia menyebutkan kasus korupsi di tubuh maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga pernah diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2020 silam. "Tahun 2020 KPK sudah tetapkan tersangka ex Dirut Garuda, jadi publik berharap Kejagung juga bisa melakukan hal sama dalam kasus ini," kata Agus.



Apalagi kata Agus Sunaryanto yang melaporkan bukti korupsi tersebut adalah pimpinan tertinggi di BUMN. "Apalagi yang melaporkan ini Menteri BUMN," ucapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir secara mendadak mendatangi kawasan gedung Kejagung untuk memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Erick mengungkapkan ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat Garuda Indonesia dengan jenis yang berbeda-beda. Salah satu yang ia laporkan yakni pengadaan ATR 72-600.

"Tapi secara data memang dalam proses pengadaan pesawatnya, leasingnya ada indikasi korupsi dengan merek berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," kata Erick Thohir di Kantor Kejagung, Selasa (11/1/2022).

Sejumlah bukti yang diberikan ke Kejagung tersebut merupakan bukti-bukti hasil audit investigasi sebagai fakta. Erick juga akan menyelidiki tindakan korupsi serupa untuk pengadaan pesawat Garuda Indonesia lainnya.

"Dari laporan yang sudah jadi penyelidikan dan melengkapi apalagi dapat data dari BPKP. Tentu hari ini ATR 72-600 yang sedang diselidiki. Apakah ada pesawat lain. Dimungkinkan karena kita mau selesaikan untuk transparansi," jelas Erick.

Dia memastikan laporan korupsi ke Kejagung tidak akan mengganggu proses restrukturisasi yang sedang berlangsung. Pasalnya Kementerian BUMN telah melakukan pemetaan terkait lessor-lessor yang bermasalah dengan yang tidak.

"Apakah jadi hambatan penyelesaian lessor? Tidak. Karena kami sudah memetakan mana lessor yang ada indikasi korupsi, mana lessor yang kemahalan. Karena bodoh juga kita kenapa mau tanda tangan padahal kemahalan," tandas dia.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan pengadaan pesawat ATR 72-600 itu dilakukan di era Direktur Utama Garuda Indonesia berinisial ES. Ia menegaskan akan terus membantu Kementerian BUMN dalam rangka bersih-bersih di tubuh Garuda Indonesia. Baca juga: Kejagung Ungkap Modus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

"Kalau pengembangan pasti dan insya Allah tidak akan berhenti di sini. Akan kita kembangkan sampai benar-benar Garuda ini bersih," kata Burhanuddin.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Berita Terkini
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved