Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 2 Minggu Berturut-turut

Selasa, 11 Januari 2022 - 20:05 WIB
loading...
Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 2 Minggu Berturut-turut
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyampaikan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan selama dua minggu berturut-turut. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyampaikan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan selama dua minggu berturut-turut. Bahkan, angka kasus Covid-19 pada minggu terakhir naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.

"Saat ini kasus positif di Indonesia telah meningkat selama 2 minggu berturut-turut, yaitu dari 1.200 kasus menjadi 1.400 kasus, pada minggu terakhir mencapai 3.000 kasus, bahkan angka pada minggu terakhir naik lebih dari 2 kali lipat kasus pada minggu sebelumnya," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/1/2022).

Dia mengatakan, peningkatan kasus positif tersebut tidak sebanding dengan perkembangan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang semakin turun dari rata-rata harian. Dia memberikan contoh penambahan kasus positif harian mencapai 533 pada 6 Januari kemarin, sedangkan kesembuhan hanya sebesar 209 kasus.

Baca juga: Sehari Kasus Covid-19 Bertambah 802, DKI Jakarta Paling Banyak



“Padahal data 3 minggu sebelumnya meskipun menunjukkan tren yang fluktuatif, penambahan kesembuhan pada umumnya lebih tinggi dari penambahan kasus positif," katanya.



Dia mengungkapkan salah satu penyebab kenaikan kasus ini karena jumlah pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke Indonesia dan terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. "Dalam hal ini pemerintah memastikan karantina bagi PPLN dilaksanakan dengan ketat," kata Wiku.

Maka itu, Wiku meminta pemerintah daerah terus meningkatkan kewajibannya melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Kemudian, masyarakat juga diimbau tetap disiplin protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Diperlukan pula peran serta pemerintah daerah yang menganalisis dan memantau kondisi kasus di daerahnya, agar kenaikan kasus dari transmisi komunitas dapat segera teridentifikasi, tercatat, dan tertangani tanpa meluas lebih lanjut," imbuhnya.
(rca)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2488 seconds (10.55#12.26)