Megawati Kenang Pengalaman Bergabung PDI dan Jadi Anggota DPR
Senin, 10 Januari 2022 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
"Saya dekati mereka, saya salaman, mau. Saya agak lega "oh mereka ternyata tidak takut kepada saya, tetapi pada situasional pada waktu itu. Jadi saya tanya pada mereka satu per saty "bapak dari mana?, ibu dari mana?" Rata-rata yang laki-laki lalu mengatakan, karena di Jawa Tengah saya berbahasa Jawa, lalu mereka bilang begini "Kulo meniko PNI ibu, saya ini PNI ibu". Wah, hati saya, jantung saya berdegup-degup, mereka mau kenal saya," cerita Mega dengan ekspresi haru.
Kemudian, kata Mega, ada menanyakan apalah benar ia putri dari Bung Karno, lalu ia menjawab benar bahwa ia putri Bung Karno bernama Megawati Soekarnoputri dan ekspresi orang itu berubah dan matanya berbinar. "Tapi saya ditanya bahasa Jawa tapi saya terangkan dengan bahasa Indonesia "Betulkan ibu putrinya Bung Karno?". "Iya, saya Megawati Soekarnoputri, putrinya Bung Karno". Saya langsung melihat mata itu bersinar-sinar seperti ini," terangnya.
Megawati mengaku, awalnya ia tidak tahu apa-apa. Tetapi karena terjun langsung ke politik praktis, ia memahami bahwa itu adalah rasa ikatan yang muncul. Kemudian, orang itu menyemangatinya untuk meneruskan apa yang ia lakukan.
"Tadinya saya tidak mengerti tapi akhirnya saya berkecimpung secara politik praktis maka saya tahu itu adalah rasa bounding, bounding yang barangkali tidak saya rasakan itu. Itu langsung bisa saya tahu, mereka mengatakan "teruskan ibu" tapi saya tidak dipanggil ibu pada waktu itu, saya dipanggilnya Jeng Mega, dan tanpa berkata macam-macam, kami bantu," sambung Mega.
Kemudian, kata Mega, ada menanyakan apalah benar ia putri dari Bung Karno, lalu ia menjawab benar bahwa ia putri Bung Karno bernama Megawati Soekarnoputri dan ekspresi orang itu berubah dan matanya berbinar. "Tapi saya ditanya bahasa Jawa tapi saya terangkan dengan bahasa Indonesia "Betulkan ibu putrinya Bung Karno?". "Iya, saya Megawati Soekarnoputri, putrinya Bung Karno". Saya langsung melihat mata itu bersinar-sinar seperti ini," terangnya.
Megawati mengaku, awalnya ia tidak tahu apa-apa. Tetapi karena terjun langsung ke politik praktis, ia memahami bahwa itu adalah rasa ikatan yang muncul. Kemudian, orang itu menyemangatinya untuk meneruskan apa yang ia lakukan.
"Tadinya saya tidak mengerti tapi akhirnya saya berkecimpung secara politik praktis maka saya tahu itu adalah rasa bounding, bounding yang barangkali tidak saya rasakan itu. Itu langsung bisa saya tahu, mereka mengatakan "teruskan ibu" tapi saya tidak dipanggil ibu pada waktu itu, saya dipanggilnya Jeng Mega, dan tanpa berkata macam-macam, kami bantu," sambung Mega.
(muh)
Lihat Juga :