Tradisi Penghijauan, PDIP Bersihkan DAS dan Tanam Pohon
Minggu, 09 Januari 2022 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Untuk Jakarta Timur diikuti Ahmad Basarah, Wiryanti Sukamdani, Nusyirwan Soejono, Arif Wibowo dan Sukur Nababan. Tri Rismaharini awalnya direncanakan ikut tapi batal karena ada kegiatan kementerian.
Untuk Jakarta Utara ada Mindo Sianipar, Said Abdullah, Rudianto Tjen, dan Utut Adianto. Sementara Jakarta Pusat ada Hamka Haq, I Made Urip, Rokhmin Dahuri, dan Sadarestuwati.
Hasto mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan tradisi PDIP, khususnya sejak tiga tahun belakangan dalam menyambut HUT partai. Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati menginginkan partai terus menjaga kultur organisasi untuk merawat pertiwi.
"Dalam merawat pertiwi ini, kami memberikan oksigen bagi kehidupan. Berpolitik bagi PDI Perjuangan itu perspektifnya sangat luas, meliputi seluruh aspek kehidupan rakyat, sehingga kali ini DPD PDI Perjuangan DKI dipusatkan melakukan gerakan penghijauan pada tahun ketiga," jelasnya.
PDIP kata Hasto, juga ingin membangun tradisi membuang sampah. Dan hal itu mulai dibangun lewat kedisiplinan kader PDIP. Hasto mencontohkan Ketua Umum PDIP Megawati bahkan memperhatikan aspek paling sederhana dalam merawat lingkungan.
"Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri punya tradisi, ketika makan kacang, maka kulitnya tidak boleh dibuang. Karena mengandung kalium, satu unsur yang penting bagi tanaman. Bila kita ke Teuku Umar tempat Ibu Mega, kemudian melihat tanaman-tamanam, maka di atas tanaman itu ditebari kulit kacang, untuk memberi asupan bagi tanaman yang ditanam Ibu Megawati supaya memiliki asupan nutrisi," ucapnya.
Hasto menerangkan, sampah-sampah di kediaman Ibu Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dipisahkan mana sampah plastik yang bisa diolah dan mana sampah organik. Dan setiap dua minggu sekali dibawa ke tempat proses pengolahan sampah dan kemudian dipakai untuk merawat tanaman.
Untuk Jakarta Utara ada Mindo Sianipar, Said Abdullah, Rudianto Tjen, dan Utut Adianto. Sementara Jakarta Pusat ada Hamka Haq, I Made Urip, Rokhmin Dahuri, dan Sadarestuwati.
Hasto mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan tradisi PDIP, khususnya sejak tiga tahun belakangan dalam menyambut HUT partai. Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati menginginkan partai terus menjaga kultur organisasi untuk merawat pertiwi.
"Dalam merawat pertiwi ini, kami memberikan oksigen bagi kehidupan. Berpolitik bagi PDI Perjuangan itu perspektifnya sangat luas, meliputi seluruh aspek kehidupan rakyat, sehingga kali ini DPD PDI Perjuangan DKI dipusatkan melakukan gerakan penghijauan pada tahun ketiga," jelasnya.
PDIP kata Hasto, juga ingin membangun tradisi membuang sampah. Dan hal itu mulai dibangun lewat kedisiplinan kader PDIP. Hasto mencontohkan Ketua Umum PDIP Megawati bahkan memperhatikan aspek paling sederhana dalam merawat lingkungan.
"Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri punya tradisi, ketika makan kacang, maka kulitnya tidak boleh dibuang. Karena mengandung kalium, satu unsur yang penting bagi tanaman. Bila kita ke Teuku Umar tempat Ibu Mega, kemudian melihat tanaman-tamanam, maka di atas tanaman itu ditebari kulit kacang, untuk memberi asupan bagi tanaman yang ditanam Ibu Megawati supaya memiliki asupan nutrisi," ucapnya.
Hasto menerangkan, sampah-sampah di kediaman Ibu Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dipisahkan mana sampah plastik yang bisa diolah dan mana sampah organik. Dan setiap dua minggu sekali dibawa ke tempat proses pengolahan sampah dan kemudian dipakai untuk merawat tanaman.
Lihat Juga :