Prihatin Meluasnya Deforestasi, AHY Ajak Satu Orang Tanam Satu Pohon
Sabtu, 08 Januari 2022 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, Kampung Patani di Desa Cimande, Jawa Barat, yang diluncurkan AHY pada Juni 2021, sebagai Pentagon atau Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani. Tempat ini berfungsi untuk menghimpun data dan informasi sebagai bahan evaluasi atas kinerja Kampung Patani di seluruh Indonesia.
Selain Kampung Patani Cimande, ada empat Kampung Patani di daerah yang saat itu secara bersamaan ikut di-launching, yakni di Ogan Ilir, Sumatera Selatan; Maros, Sulawesi Selatan; Ternate, Maluku Utara; Malinau, Kalimantan Utara; dan di Bangka Belitung.
baca juga: Pandemi, Pandu Tani Masifkan Bantuan ke Petani, Nelayan, dan Pelaku UMKM
Luar biasanya, hanya dalam waktu enam bulan, secara masif berdiri Kampung Patani lainnya di sejumlah kota/kabupaten, bahkan hingga di pelosok-pelosok desa. Sejumlah petani baik secara kelompok maupun perorangan, juga berebut untuk mendirikan Kampung Patani.
Tentang Kampung Patani
Kampung Patani adalah ide brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Konsep Kampung Patani ini akan menjadi luar biasa dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Secara lebih utuh, Kampung Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
baca juga: Pandu Tani Ikut Dampingi 1.250 UMKM yang Berharap Banpres Rp2,4 Juta
Selain Kampung Patani Cimande, ada empat Kampung Patani di daerah yang saat itu secara bersamaan ikut di-launching, yakni di Ogan Ilir, Sumatera Selatan; Maros, Sulawesi Selatan; Ternate, Maluku Utara; Malinau, Kalimantan Utara; dan di Bangka Belitung.
baca juga: Pandemi, Pandu Tani Masifkan Bantuan ke Petani, Nelayan, dan Pelaku UMKM
Luar biasanya, hanya dalam waktu enam bulan, secara masif berdiri Kampung Patani lainnya di sejumlah kota/kabupaten, bahkan hingga di pelosok-pelosok desa. Sejumlah petani baik secara kelompok maupun perorangan, juga berebut untuk mendirikan Kampung Patani.
Tentang Kampung Patani
Kampung Patani adalah ide brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Konsep Kampung Patani ini akan menjadi luar biasa dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Secara lebih utuh, Kampung Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
baca juga: Pandu Tani Ikut Dampingi 1.250 UMKM yang Berharap Banpres Rp2,4 Juta
Lihat Juga :