Jejak Ferdinand Hutahaean: Dari Relawan Jokowi ke Prabowo-Sandi lalu Dilaporkan ke Polisi
Kamis, 06 Januari 2022 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Di kelompok relawan ini, lelaki kelahiran 18 September 1977 ini terbilang cukup gigih memperjuangkan kemenangan Jokowi. Yang fenomenal adalah ketika menggelar aksi bentang 1.161 spanduk dukungan untuk Jokowi di berbagai lokasi di Jakarta. Tetapi dia berbalik arah 180 derajat mengkritik Jokowi setelah tak lama setelah mulai resmi menjabat presiden.
![Jejak Ferdinand Hutahaean: Dari Relawan Jokowi ke Prabowo-Sandi lalu Dilaporkan ke Polisi]()
Sekitar Mei 2017, Ferdinand akhirnya berlabuh di Partai Demokrat. Dia sempat menjabat sebagai Kadiv Hukum dan Advokasi periode 2015-2020. Di era kepempimpinan AHY, Ferdinand ditunjuk menjadi Kepala Biro Energi dan Sumber Daya Mineral Departemen VII.
Di masa ini pula, Ferdinand terbilang cukup akrab dan bisa memahami sikap dan pemikiran kelompok Islam, yang oleh sebagian orang dianggap garis keras. Buktinya, Ferdinand juga hadir dalam reuni aksi 212 tahun 2018, tampil dengan kemeja putih lengan panjang lengkap dengan songkok hitam.
Di Demokrat, Ferdinand mau tak mau mesti mengikuti arah dan kebijakan politik resmi partai. Di Pilpres 2019, Ferdinand ditunjuk sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Tetapi hal itu tak lama bertahan. Belum juga hari pemungutan suara, Ferdinand memutuskan mundur karena kecewa dengan perilaku pendukung Prabowo-Sandi.

Sekitar Mei 2017, Ferdinand akhirnya berlabuh di Partai Demokrat. Dia sempat menjabat sebagai Kadiv Hukum dan Advokasi periode 2015-2020. Di era kepempimpinan AHY, Ferdinand ditunjuk menjadi Kepala Biro Energi dan Sumber Daya Mineral Departemen VII.
Di masa ini pula, Ferdinand terbilang cukup akrab dan bisa memahami sikap dan pemikiran kelompok Islam, yang oleh sebagian orang dianggap garis keras. Buktinya, Ferdinand juga hadir dalam reuni aksi 212 tahun 2018, tampil dengan kemeja putih lengan panjang lengkap dengan songkok hitam.
Di Demokrat, Ferdinand mau tak mau mesti mengikuti arah dan kebijakan politik resmi partai. Di Pilpres 2019, Ferdinand ditunjuk sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Tetapi hal itu tak lama bertahan. Belum juga hari pemungutan suara, Ferdinand memutuskan mundur karena kecewa dengan perilaku pendukung Prabowo-Sandi.
Lihat Juga :