Dibiayai Uang Rakyat, Infrastruktur Ibu Kota Negara Baru Harus Dijaga
Rabu, 05 Januari 2022 - 22:14 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati meminta infrastruktur Ibu Kota Negara baru harus dijaga karena dibiayai dari anggaran rakyat Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru yang dibiayai melalui penerbitan Sukuk Proyek atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan penandatanganan prasasti beberapa aset SBSN di Provinsi Kalimantan Timur harus dijaga dan dipelihara. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu, 5 Januari 2022.
Sri Mulyani mengingatkan kepada jajaran kementerian dan lembaga pelaksana SBSN proyek 2022 untuk menjaga, memelihara, dan mengambil manfaat sebaik-baiknya dari hasil pembangunan yang dibiayai melalui SBSN. "Saya ingin menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian sebagai pelaksana dari proyek yang dibiayai oleh SBSN telah mendedikasikan komitmen terbaik untuk menjaga dan terus melaksanakan pembangunan secara amanah dengan dana dan anggaran dari rakyat Indonesia," katanya.
Baca juga: Berapa Anggaran Bangun Ibu Kota Negara Baru? Ini Jawaban Sri Mulyani
Sri Mulyani menambahkan, untuk bisa membangun, menjaga, memelihara dan memanfaatkan merupakan wujud dari upaya untuk mengembalikan uang rakyat dengan manfaat yang sangat maksimal. Dalam acara pengarahan umum kepada Satker Pelaksana Proyek SBSN yang diselenggarakan di Institut Teknologi Kalimantan, Sri Mulyani juga menandatangani prasasti penanda aset SBSN beberapa proyek SBSN di Provinsi Kalimantan Timur, yakni, pembangunan prasarana pendidikan tinggi di Institut Teknologi Kalimantan dengan alokasi sebesar Rp86,6 miliar pada 2019 untuk gedung pembelajaran dan senilai Rp99,9 miliar pada 2020 untuk laboratorium terpadu.
Baca juga: Siap-siap! Pemindahan Ibu Kota Baru Mulai Semester I 2024
Kemudian, pembangunan prasarana bandara APT Pranoto di Samarinda untuk dukungan konektivitas IKN. Pengembangan APT Pranoto melalui SBSN ini dilaksanakan mulai 2020 – 2023 dengan alokasi total Rp326,37 miliar. Kemudian, pembangunan prasarana dan sarana di Politeknik Negeri Balikpapan dengan nilai alokasi Rp65 miliar pada 2021.
Selain itu, pembangunan Rumah Negara Prajurit TNI AD di Kodam VI Mulawarman dengan nilai alokasi sebesar Rp13,43 miliar pada 2021. Pembiayaan SBSN untuk sektor perumahan prajurit TNI AD ini, merupakan bagian dari total pembiayaan SBSN 2021 untuk sektor perumahan TNI-Polri yang jumlahnya mencapai Rp1,163 triliun yang tersebar di berbagai matra. Pembangunan MAN Insan Cendekia Paser dengan alokasi SBSN yang telah dilakukan sejak 2018-2021 mencapai total Rp53,9 miliar.
Sri Mulyani mengingatkan kepada jajaran kementerian dan lembaga pelaksana SBSN proyek 2022 untuk menjaga, memelihara, dan mengambil manfaat sebaik-baiknya dari hasil pembangunan yang dibiayai melalui SBSN. "Saya ingin menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian sebagai pelaksana dari proyek yang dibiayai oleh SBSN telah mendedikasikan komitmen terbaik untuk menjaga dan terus melaksanakan pembangunan secara amanah dengan dana dan anggaran dari rakyat Indonesia," katanya.
Baca juga: Berapa Anggaran Bangun Ibu Kota Negara Baru? Ini Jawaban Sri Mulyani
Sri Mulyani menambahkan, untuk bisa membangun, menjaga, memelihara dan memanfaatkan merupakan wujud dari upaya untuk mengembalikan uang rakyat dengan manfaat yang sangat maksimal. Dalam acara pengarahan umum kepada Satker Pelaksana Proyek SBSN yang diselenggarakan di Institut Teknologi Kalimantan, Sri Mulyani juga menandatangani prasasti penanda aset SBSN beberapa proyek SBSN di Provinsi Kalimantan Timur, yakni, pembangunan prasarana pendidikan tinggi di Institut Teknologi Kalimantan dengan alokasi sebesar Rp86,6 miliar pada 2019 untuk gedung pembelajaran dan senilai Rp99,9 miliar pada 2020 untuk laboratorium terpadu.
Baca juga: Siap-siap! Pemindahan Ibu Kota Baru Mulai Semester I 2024
Kemudian, pembangunan prasarana bandara APT Pranoto di Samarinda untuk dukungan konektivitas IKN. Pengembangan APT Pranoto melalui SBSN ini dilaksanakan mulai 2020 – 2023 dengan alokasi total Rp326,37 miliar. Kemudian, pembangunan prasarana dan sarana di Politeknik Negeri Balikpapan dengan nilai alokasi Rp65 miliar pada 2021.
Selain itu, pembangunan Rumah Negara Prajurit TNI AD di Kodam VI Mulawarman dengan nilai alokasi sebesar Rp13,43 miliar pada 2021. Pembiayaan SBSN untuk sektor perumahan prajurit TNI AD ini, merupakan bagian dari total pembiayaan SBSN 2021 untuk sektor perumahan TNI-Polri yang jumlahnya mencapai Rp1,163 triliun yang tersebar di berbagai matra. Pembangunan MAN Insan Cendekia Paser dengan alokasi SBSN yang telah dilakukan sejak 2018-2021 mencapai total Rp53,9 miliar.
Lihat Juga :