Ditunjuk Jadi Kapolda NTT, Direktur Penyidikan KPK Pamitan

Senin, 27 Desember 2021 - 19:38 WIB
loading...
Ditunjuk Jadi Kapolda...
Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Setyo Budiyanto menyampaikan salam perpisahan setelah dirinya mendapatkan promosi jabatan menjadi Kapolda NTT. FOTO/TNI AU
A A A
JAKARTA - Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Setyo Budiyanto menyampaikan salam perpisahan setelah dirinya mendapatkan promosi jabatan menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) . Salam perpisahan itu disampaikan usai memberikan keterangan pers penahanan terhadap Ketua Tim Pemeriksa pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Alfred Simanjuntak (AS).

"Terima kasih pada rekan jurnalis semua, pada seluruh masyarakat Indonesia. Ini merupakan kesempatan konferensi pers terakhir saya selaku Direktur Penydikan KPK karena sesuai dengan Surat Telegram Kapolri saya mendapat amanah sebagai Kapolda NTT," kata Setyo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/12/2021).

Selain berterima kasih, Setyo juga menyampaikan permintaan maafnya jika kinerjanya saat menjadi Direktur Penyidikan KPK kurang maksimal.

Baca juga: Daftar Lengkap Mutasi 60 Perwira Densus 88 Antiteror Polri

"Permohonan maaf dari saya tentunya dalam pemberian informasi, sekali lagi kami nggak bisa buka seluas-luasnya. Ada beberapa hal yang tetap jadi bagian tertutup bagi kami yang nggak bisa kami publikasikan saat ini. Tapi yakin lah bahwa semua akan terungkap dalam persidangan. Masyarakat bisa melihat kinerja yang sudah dilakukan oleh KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi," katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi Brigadir Jenderal Setyo Budiyanto menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT). Setyo sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemindahan Setyo berdasarkan Surat Telegram Kapolri No: ST/2568/XII/KEP/2021 tertanggal 17 Desember 2021 yang ditandatangani oleh AS SDM Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

Baca juga: Mutasi Polri, Lulusan Terbaik Akpol 1990 Jabat Kasespim Lemdiklat

KPK pun bakal membuka seleksi untuk mengisi jabatan Direktur Penyidikan. Direktur Penyidikan KPK sebelumnya Setyo Budiyanto resmi dipromosikan oleh Kapolri menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT)

"KPK akan membuka seleksi untuk mengisi jabatan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Sabtu (18/12/2021).

Firli menjelaskan bahwa pengisian jabatan yang ditinggalkan oleh Setyo Budiyanto, KPK bakal berkoordinasi dengan Mabes Polri.

"Namun perlu diingat bahwa semua yang bertugas di KPK melalui seleksi. Jadi tentu KPK akan membuat surat kepada mabes polri bahwa jabatan direktur penyidikan pada kedeputian penindakan KPK," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
MA dan KPK Gelar Peningkatan...
MA dan KPK Gelar Peningkatan Integritas, Patrialis Akbar : Hakim Harus Jaga 3 Hal Agar Tak Jual Putusan
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
Rekomendasi
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved