BNPT: Upaya Pencegahan Paham Radikal Terorisme Tidak Boleh Berhenti

Rabu, 10 Juni 2020 - 01:02 WIB
loading...
BNPT: Upaya Pencegahan...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar bersama Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Peran Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-Angkatan Darat selama ini untuk membantu tugas pokok Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran paham radikalisme-terorisme agar tidak meluas di tengah-tengah masyarakat dinilai cukup penting dan efektif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI. I. Nyoman Cantiasa yang berlangsung di ruang kerja Danjen Kopassus, Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Senin 8 Juni 2020

“Dapat dikatakan peran Kopassus dalam membantu tugas BNPT selama ini sangat efektif, karena tugas-tugas yang dilaksanakan Kopassus ini sudah dikoordinasikan langsung di Kedeputian I (bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi) di kita,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy Rafli menjelaskan, selama ini sudah banyak sekali kegiatan program-program BNPT yang dilakukan bersama Kopassus, utamanya dalam bidang pencegahan paham radikal terorisme di masyarakat. Menurut dia, pencegahan paham radikal terorisme adalah suatu rangkaian kegiatan yang tidak boleh berhenti serta tidak mengenal ruang dan waktu.

“Kita ingin jangan sampai paham-paham radikalis ini menjadi dominan di masyarakat. Karena kalau dia menjadi dominan, maka tentu pemikiran-pemikiran bangsa Indonesia atau rakyat Indonesia ini bisa tidak sejalan lagi dengan nilia-nilai luhur bangsa yang berdasarkan Pancasila,” kata mantan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri ini .

Untuk itu, lanjut dia, semua pihak bersama-sama memperjuangkan maupun memoderasi dengan segala apa pun yang dilakukan dalam mencegah penyebaran paham tersebut di masyarakat. Tujuannya agar pemikiran radikal yang mengarah ke teror yang dilakukan oleh kelompok teror dengan menghalalkan segala cara itu tidak boleh terjadi di muka bumi ini.

“Apalagi negara kita adalah negara hukum. Dalam konteks itu perlu kemampuan-kemampuan di lapangan salah satunya yang dimiliki Kopassus ini untuk bersama membantu BNPT dalam meredam paham-paham (radikal terorisme) itu agar tidak menjadi semakin luas dan meresahkan masyarakat kita,” ujarnya.

(Baca juga: Gerindra Heran Hanya Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil yang Naik )

Tidak hanya itu, mantan Kapolda Papua ini juga mengatakan tugas-tugas Kopassus di BNPT selama ini juga cukup banyak. Namun demikian Kepala BNPT enggan menjelaskan lebih rinci mengenai tugas-tugas tersebut.

“Tentukan banyak sekali kegiatan kegiatan yang di bawah permukaan, artinya itu tidak tampil dan memerlukan kemampuan fungsi intelijen yang tidak bisa dijelaskan mengenai bentuk-bentuk kegiatannya seperti apa,” kata mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Dia berharap kerja sama antara BNPT dan Kopassus dalam penanggulangan terorisme lebih erat lagi, terutama dalam kaitan pembinaan kemampuan dalam bentuk latihan bersama sebagai upaya untuk mendukung tugas-tugas operasional di lapangan. Karena dengan kemampuan, negara ini tentunya akan bisa mengelola dalam menghadapi potensi ancaman dan aksi teror.

Sementara itu Danjen Kopassus TNI-AD, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan, Kopassus siap membantu BNPT, apalagi selama ini sudah cukup banyak personel Kopassus yang membantu tugas BNPT seperti di bidang pencegahan dan deradikalisasi.

“Dalam menyangkut tugas bahwa (kami-red) Kopassus siap mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di BNPT itu sendiri dalam rangka untuk melaksanakan tugas-tugas pencegahan dan melaksanakan kegiatan tugas lainnya seperti deradikalisasi,” ujar Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Dia mengatakan, Kopassus siap untuk memperkuat tugas-tugas yang ada. Intinya adalah ancaman yang ada di dunia ini maka seluruh komponen bangsa dan negara ini harus bersama-sama dalam mengatasinya dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri,

“Sehingga kita harus melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan berkoordinasi, bekerja sama, saling memperkuat, sehingga musuh-musuh negara ini bisa kita selesaikan dan ancaman yang ada juga bisa kita selesaikan,” ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Rekomendasi
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Berita Terkini
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved