Jadi Alasan Rencana Mogok Pegawai Pertamina, DPR: Isu Pemotongan Gaji Itu Absurd
Kamis, 23 Desember 2021 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan untuk karyawan dengan fungsi manajerial, operasional dan pelayanan publik, tetap berlaku kebijakan bekerja di kantor. Diskusi yang berkembang di internal Pertamina adalah diperlukan mekanisme keadilan antara mereka yang boleh bekerja dari rumah dengan karyawan yang harus tetap bekerja dari kantor yang lebih berisiko. ”Itupun opsi pemotongan gajinya sangat tidak siqnifikan, berkisar 1,5 - 3%. Dan ini dimaksudkan sebagai cara menghadirkan keadilan bagi seluruh karyawan,” ujar pria kelahiran Pematang Siantar itu.
Lebih jauh, Deddy mengatakan wacana pemotongan gaji tersebut tidaklah pantas menjadi persoalan. Gaji karyawan Pertamina itu sangat tinggi, bisa mandapatkan 20 kali Take Home Pay atau setara dengan 39 kali gaji pokok. Anggota DPR RI dari Kalimantan Utara ini mencontohkan, Arie Gumilar yang menjadi Ketua FSPPB dengan jabatan Manager Innovation & Improvement PT. Kilang Pertamina dengan gaji mencapai hampir Rp70 juta perbulan dan dalam setahun berpenghasilan di atas Rp1 miliar.
“Jika dia ingin bekerja dari rumah, maka hanya akan dipotong sekitar Rp2 jt per bulan. Dan dia pun bebas memilih mau bekerja dari rumah atau sepenuhnya di kantor. Jadi menurut saya di samping prematur karena masih dalam pembahasan,” beber Deddy.
Lebih jauh, Deddy mengatakan wacana pemotongan gaji tersebut tidaklah pantas menjadi persoalan. Gaji karyawan Pertamina itu sangat tinggi, bisa mandapatkan 20 kali Take Home Pay atau setara dengan 39 kali gaji pokok. Anggota DPR RI dari Kalimantan Utara ini mencontohkan, Arie Gumilar yang menjadi Ketua FSPPB dengan jabatan Manager Innovation & Improvement PT. Kilang Pertamina dengan gaji mencapai hampir Rp70 juta perbulan dan dalam setahun berpenghasilan di atas Rp1 miliar.
“Jika dia ingin bekerja dari rumah, maka hanya akan dipotong sekitar Rp2 jt per bulan. Dan dia pun bebas memilih mau bekerja dari rumah atau sepenuhnya di kantor. Jadi menurut saya di samping prematur karena masih dalam pembahasan,” beber Deddy.
(cip)
Lihat Juga :