Bisa Perjuangkan Nasib Petani, Puan Maharani Didoakan Jadi Presiden
Selasa, 21 Desember 2021 - 20:50 WIB
loading...
Ketua DPR RI Puan Maharani diminta memperjuangkan nasib petani bawang. Putri Megawati Soekarnoputri itu pun didoakan bisa menjadi Presiden. Foto/Felldy Utama
A
A
A
NGANJUK - Ketua DPR RI Puan Maharani diminta memperjuangkan nasib petani bawang . Putri Megawati Soekarnoputri itu pun didoakan bisa menjadi presiden.
Saat berkunjung ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Puan berjanji menyampaikan keluhan para petani bawang kepada pemerintah. Keluhan yang datang ke Puan mulai dari kurangnya stok pupuk subsidi hingga harga jual bawang di pasar yang sangat anjlok.
Keluhan pertama datang dari Wakidi, salah seorang perwakilan petani yang menyampaikan masalah sulitnya mendapatkan pupuk pada waktu tanam, bahkan jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan. Salah satunya karena afa pengurangan subsidi pupuk yang berakibat kenaikan harga pupuk non subsidi.
"Pengurangan pupuk subsidi membuat harga pupuk non-subsidi naik tinggi, harganya mahal sekali, Bu," kata Wakidi saat berdialog dengan Puan di Balai Desa Mojorembun, Selasa (21/12/2021).
Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan harga panen bawang merah yang sangat rendah membuat petani pusing. Dia mengungkap, jika tengah anjlok harganya bisa mencapai Rp7.000 per kilogram.Baca juga: Momen Puan Maharani Bantu Petani Tanam Benih Bawang
"Pemerintah diam saja, tidak memberikan solusi yang baik. Petani tidak ada hasilnya apa pun, malah rugi. Mohon untuk pemerintah, dibantu DPR, masalah harga dan pupuk untuk segera diselesaikan," ujarnya.
Saat berkunjung ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Puan berjanji menyampaikan keluhan para petani bawang kepada pemerintah. Keluhan yang datang ke Puan mulai dari kurangnya stok pupuk subsidi hingga harga jual bawang di pasar yang sangat anjlok.
Keluhan pertama datang dari Wakidi, salah seorang perwakilan petani yang menyampaikan masalah sulitnya mendapatkan pupuk pada waktu tanam, bahkan jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan. Salah satunya karena afa pengurangan subsidi pupuk yang berakibat kenaikan harga pupuk non subsidi.
"Pengurangan pupuk subsidi membuat harga pupuk non-subsidi naik tinggi, harganya mahal sekali, Bu," kata Wakidi saat berdialog dengan Puan di Balai Desa Mojorembun, Selasa (21/12/2021).
Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan harga panen bawang merah yang sangat rendah membuat petani pusing. Dia mengungkap, jika tengah anjlok harganya bisa mencapai Rp7.000 per kilogram.Baca juga: Momen Puan Maharani Bantu Petani Tanam Benih Bawang
"Pemerintah diam saja, tidak memberikan solusi yang baik. Petani tidak ada hasilnya apa pun, malah rugi. Mohon untuk pemerintah, dibantu DPR, masalah harga dan pupuk untuk segera diselesaikan," ujarnya.
Lihat Juga :