Presidential Threshold, Nasdem Ingin 20 Persen dan PPP Pertimbangkan Angka Itu

Selasa, 09 Juni 2020 - 07:33 WIB
loading...
Presidential Threshold,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nampaknya ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold pada Pemilu 2024 tidak akan jauh berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya, kebanyakan partai di parlemen mengusulkan angka yang serupa dengan Pemilu 2019 yakni, 20 persen presidential threshold. Seperti misalnya Partai Nasdem yang usulkan 20 persen dan PPP pun mempertimbangkan angka yang sama.

“Nasdem usulkan 20 persen, kalau dari sisi calon itu bisa 3-4 pasang calon. Kita ingin mereka yang calonkan presiden benar-benar mendapatkan dukungan yang memadai,” kata Sekretaris Fraksi Nasdem DPR Saan Mustopa saat dihubungi SINDOmedia, Senin 8 Juni 2020. (Baca juga: LIPI Nilai Presidential Threshold Ideal di Angka 10% )

Saan menjelaskan, kalau ambang batas itu terlalu rendah misalnya 0 persen, maka akan sangat mudah orang menajdi calon presiden (capres) dan itu berpengaruh pada bobot capres yang maju. Selain itu, hasrat orang untuk menjadi capres pun menjadi tinggi. Sehingga, angka 20 persen dinilai Nasdem cukup ideal.

“Dengan 20 persen maka sudah terjadi proses seleksi di awal, untuk menjadi capres harus mendapat dukungan yang memadai, dengan mendapatkan dukungan seleksi sudah terjadi di situ,” terangnya. (Baca juga: Loyalis Amien Rais Prediksi PAN Tidak Lolos ke Senayan )

Terkait implikasi 20 persen membuat hanya 2 pasang calon, menurut Wakil Ketua Komisi II DPR, itu bukan sesuatu yang negatif bahkan, tradisi 2 pasang itu kalau dilihat dari perspektif lain juga positif. Dalam sistem pilpres di Indonesia, pemenang diharuskan mendpatkan 50 persen+1 persen, dengan 2 pasang itu bisa tercapai sehingga tidak perlu dua putaran. Dari sisi teknis dan pembiayaan pun lebih efisien dan memberikan kepastian pilpres.

“Soal polarisasi di masyarakat dengan beberapa pasnagan pun ujungnya tetap dua pasang, kalau belum ada yang menang 50 persen +1 dietntukan di putaran 2, tetap aja ujungnya 2 cuma melambat aja prosesnya, sama seperti di Pemilu 2004, ada banyak pasanga ujungnya mengerucut 2,” terang Saan.

Kemudian, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PPP Arwani Thomafi menjelaskan bahwa PPP belum membahas soal besaran presidential threshold itu. Tetapi, PPP berpendapat bahwa pileg dan pilpres sebaiknya dipisah lagi seperti sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Berita Terkini
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved