RUU Perlindungan PRT juga Bakal Dibahas di Muktamar NU
Jum'at, 17 Desember 2021 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian, melalui komisi ini kita ingin memberikan penjelasan kepada publik terkait pengakuan kepada PRT. Selama ini PRT itu selalu identik dengan pembantu dan kita ingin mengubah cara pandang itu,” ucapnya.
Abdullah menerangkan, dalam pandangan fikih PRT disebut sebagai al-ajir al-khos atau seorang pekerja profesional dengan kemampuan khusus. Pekerjaan ini setara dengan profesi-profesi lain.
“Jadi PRT itu di dalam Islam justru ditempatkan pada posisi sejajar dengan pekerja-pekerja yang lainnya. Karena ditempatkan di sana maka tidak boleh dianggap sebagai subordinat seperti selama ini, seperti hanya bawahan dan asisten. Nah Islam tidak begitu. Kita akan bahas (RUU PPRT) secara detail,” ujar dia.
Baca juga: Panitia Muktamar ke-34 NU Bentuk Satgas Covid-19 Ikuti Rekomendasi BNPB
Dia berharap pembahasan detail masalah tersebut ditambah dengan memberikan banyak landasan keagamaan yang kuat. Dengan begitu, Muktamar NU mampu mendorong DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PPRT ini.
Abdullah menerangkan, dalam pandangan fikih PRT disebut sebagai al-ajir al-khos atau seorang pekerja profesional dengan kemampuan khusus. Pekerjaan ini setara dengan profesi-profesi lain.
“Jadi PRT itu di dalam Islam justru ditempatkan pada posisi sejajar dengan pekerja-pekerja yang lainnya. Karena ditempatkan di sana maka tidak boleh dianggap sebagai subordinat seperti selama ini, seperti hanya bawahan dan asisten. Nah Islam tidak begitu. Kita akan bahas (RUU PPRT) secara detail,” ujar dia.
Baca juga: Panitia Muktamar ke-34 NU Bentuk Satgas Covid-19 Ikuti Rekomendasi BNPB
Dia berharap pembahasan detail masalah tersebut ditambah dengan memberikan banyak landasan keagamaan yang kuat. Dengan begitu, Muktamar NU mampu mendorong DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PPRT ini.
Lihat Juga :