Yudi Purnomo Buka-bukaan, Terima Jadi ASN Polri untuk Obati Kekecewaaan

Sabtu, 11 Desember 2021 - 22:43 WIB
loading...
Yudi Purnomo Buka-bukaan,...
Ketika hampir kehilangan arah, Yudi Purnomo melihat harapan setelah mendengar pidato Kapolri yang ingin merekrutnya bersama 56 pegawai KPK lain sebagai ASN Polri. Foto/youtube yudi purnomo
A A A
JAKARTA - Sebanyak 44 mantan pegawai KPK akhirnya menerima tawaran menjadi aparatur sipil negara ( ASN ) Polri . Pilihan itu langsung berbuah proses pelantikan, tepat sehari setelah uji kompetensi.

Memang, ada sebagian orang yang masih mempertanyakan keputusan mereka. Bahkan, ada pula yang mengolok-olok mereka sebagai sekumpulan orang yang butuh pekerjaan. Tetapi mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap menepis anggapan tersebut.

Yudi mengaku sangat kecewa dan merasa dibuang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat tes wawasan kebangsaan. Namun dia dan para mantan pegawai KPK lain masih memiliki hasrat untuk melakukan pemberantasan korupsi.

"Saya waktu itu sedih juga, saya sudah tidak bisa lagi karena secara sepihak Pak Firli dan kawan-kawan memberhentikan kami. Tapi saya yakin bahwa tentu pasti akan ada jalan, nah disinilah kemudian saya berikhtiar bahwa saya harus tetap di jalur pemberantasan korupsi," ujar Yudi dalam video di akun youtube pribadinya, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Terbongkar! Ini Alasan Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri

Ketika hampir kehilangan arah, Yudi mengaku terkejut mendengar pidato kapolri yang sangat ingin merekrutnya bersama 56 pegawai KPK lain untuk menjadi ASN Polri.

"Nah ini menarik. Ketika tiba-tiba kami seperti tidak ada harapan untuk bisa ikut memberantas korupsi, tiba-tiba Pak Kapolri pidato. Ada hal yang menarik ketika beliau pidato yang saya dengar itu juga saya terkejut dengan Pidato beliau, beliau berani untuk merekrut kita," jelasnya.

Menurut Yudi, dalam pidatonya Kapolri Listyo Sigit Prabowo percaya dengan pengalaman dan integritas dari 57 mantan pegawai KPK yang tak lolos TWK itu. Hal tersebut pun meruntuhkan stigma bahwa TWK hanya menjadi alasan untuk menyingkirkan 57 pegawainya termasuk Yudi.

"Berarti memang TWK itu akal-akalan dan ini juga temuan Komnas HAM dan temuan ombudsman. Tapi mereka tetap bersikukuh untuk memecat kami, karena kami adalah orang-orang yang selama ini berintegritas dan menjaga dan mengawal KPK dari dalam, dan ketika ada pimpinan yang salah kami akan tegur tanpa kami perlu takut," ungkapnya.

"Ada sebuah niat, bahwa beliau (Kapolri) ingin kita aktif di bidang pengawasan untuk pemulihan ekonomi nasional, dana covid, bansos covid," tambahnya.

Baca juga: Jabatan ASN Novel Baswedan Dkk di Polri Sama dengan di KPK

Kesempatan yang diberikan Kapolri pun tidak disia-siakan Yudi dan kawan-kawan. Bersama 43 orang mantan pegawai KPK lain, Yudi bersedia bergabung menjadi ASN Polri dengan tugas tetap di bidang pemberantasan korupsi.

"Akhirnya saya kemarin begitu membaca peraturan polisi dan saya lihat bagus. Ya saya bismillah bahwa ini suatu jalan bahwa kita bisa kembali untuk memberantas korupsi," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved