Anggota Legislatif Partai Perindo Diminta Kenali Medan dan Kuasai Data

Jum'at, 10 Desember 2021 - 21:18 WIB
loading...
Anggota Legislatif Partai...
Ketua Bersama Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiansyah. Foto/Carlos Roy
A A A
JAKARTA - Seluruh kader legislatif Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) diminta untuk mengenal medan perang, memiliki semangat tarung, dan menguasai data. Hal ini dikatakan Ketua Bersama Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo , Ferry Kurnia Rizkiansyah.

Baca juga: Hadiri Silatnas Perindo, Ketua KPK: Biaya Politik Mahal Jadi Asal Muasal Korupsi

Menurutnya, apabila seluruh kader Partai Perindo memiliki kecakapan tersebut ia meyakini, Perindo bisa melewati ambang batas Parliamentary Threshold empat persen dan dapat lolos ke parlemen Senayan pada Pemilu Legislatif 2024.

Baca juga: Ada Hak Imunitas, Kemendagri Minta Anggota Dewan Perindo Berani Suarakan Aspirasi Rakyat

Ferry mengemukakan pendapatnya itu Dalam diskusi sesi keempat bimbingan teknis Partai Perindo 2021 Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Partai Perindo se-Indonesia, di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2021).

"Di konvensi rakyat Partai Perindo, saya diamanahkan sebagai anggota dewan Nasional atau dewan pengarah. Ini salah satu proses menuju Pemilu 2024. Bapak dan ibu adalah bagian dari sejarah yang sudah menjadi anggota legislatif," ujar Ferry.

"Bagaimana kita mendesain mekanisme menjadi kesejahteraan. Pemilu dan demokrasi pada hakikatnya untuk kesejahteraan. Bagaimana leader membawa kesejahteraan. Desain sebuah negara bukan kepentingan sosial ekonomi budaya semata, tapi mekanisme politik dan pemilu," tambahnya.

Ia menekankan pada proses verifikasi pemilu, yang harus dihadapi Perindo dalam beberapa waktu kedepan memerlukan sinergitas dengan anggota legislatif.

"Bagaimana anggota legislatif ini menjadi bagian terpenting dalam proses verifikasi, syarat 1/1000 di tingkat kabupaten kota, verifikasi administrasi dan faktual ini penting. Pemilih (basis massa) dan peserta pemilu harus satu frekuensi," terang Ferry.

Lebih lanjut diungkapan Ferry, elektoral harus dipahami oleh para calon legislatif dari awal sampai proses pemenangan dalam tata kelola pemilu.

"Elektoral Justice juga menjadi penting. Dalam konteks kepemiluan itu soal data, bagaimana anggota legislatif dapat menguasai data. Dalam UU RI Nomor 7 Tahun 2017 tidak berubah," ungkapnya.

"Namun ada konteks strategis seperti Presidential Thereshold, Parlementary Thereshold, campaign, itu isu strategis. Yang harus dicermati adalah verifikasi partai. Sedang disiapkan DPP, DPD, dan DPC," sambungnya.

Kata dia, untuk mencapai mekanisme pencalonan harus inklusif, transparan, dan menjalankan proses demokrasi dengan baik sehingga terlahir konvensi rakyat calon legislatif.

"Ini menjadi ruang bagi Perindo. Tidak ada satu parpol melakukan ini, baik partai besar parlemen maupun partai baru. Anggota legislatif yang sebelumnya bisa menjadi katalisator. Tidak perlu merasa tersaingi, asalkan di wilayah sudah terjaga dengan baik," tegasnya.

"Terkait perhitungan suara yang ada, saya rasa tidak akan banyak perubahan bila dari regulasi PKPU tidak ada perubahan. Tapi ada catatan penting dimana kita harus memahami dan mengantisipasi ada desain untuk menyederhanakan kertas suara, C1 Plano, dan aplikasi si Rekap yang mungkin diberlakukan di Pemilu 2024," ucap Ferry.

Ia menekankan logistik memang penting, tapi penguasaan data amat penting lagi untuk para anggota legislatif Partai Perindo di lapangan. Penguasaan data tersebut dimulai dari mekanisme pemilu digital, perhitungan suara, menterjemahkan suara menjadi kursi, dan proses kepemiluan lainnya.

"Kita harus menggalang kekuatan. Semoga harapan bapak Ketum menambah jumlah anggota legislatif kita ditingkat Provinsi kabupaten kota dari 408 menjadi 2.500 dapat terwujud," lanjutnya.

"Kita harus mengenali diri kita, kita harus mengenal lawan kita, dan Medan perang kita (desain pemilu tertulis dan tidak tertulis). Kita harus menguasai data maka dia akan memenangkan dapil-dapil ke suara kursi bapak ibu sekalian," tutup Ferry.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved