Pansus Baru Dibentuk tapi Yakin RUU Ibu Kota Negara Rampung Awal 2022

Kamis, 09 Desember 2021 - 19:44 WIB
loading...
Pansus Baru Dibentuk...
Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia Tandjung menargetkan pembahasan RUU tersebut bisa selesai awal 2022. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kendati baru saja dibentuk, panita khusus ( pansus ) meyakini pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara ( RUU IKN ) bisa selesai di awal masa persidangan DPR tahun 2022.

Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, meskipun masa sidang tahun ini sudah akan berakhir pada pertengahan Desember 2021 nanti, pansus akan tetap mengoptimalkan sisa waktu tersebut untuk melakukan pembahasan bersama pemerintah.

"Kami sudah menyusun agenda, kita rencanakan paling lambat dua masa sidangnya harus selesai. Ini kan masih ada sisa lagi, nanti kemudian reses, dilanjutkan masa sidang berikutnya," kata Doli di depan ruang Pansus B, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia Jadi Ketua Pansus RUU Ibu Kota Negara

Dengan begitu, kata dia, Pansus mempunyai target tentang pembahasan RUU IKN ini bisa selesai pada awal tahun 2022 mendatang.

"(RUU IKN selesai) awal tahun. Jadi kan kita ini masa sidang berjalan sampai tanggal 16 Desember 2021 kemudian reses, tanggal 11 Januari 2022 masuk, nah sampai Februari-an ya di antara itu," ujarnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar itu menjelaskan, keyakinan bahwa RUU IKN bisa diselesaikan cepat karena memang pembahasan tidak memerlukan waktu yang lama. Sebelumnya juga sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI. Selain itu, kata dia, sudah adanya Surat Presiden (Surpres) yang berisi permintaan agar RUU IKN bisa segera diselesaikan dan dilakukan secara efektif dan efisien.

Baca juga: Demi RUU Ibu Kota Negara, DPR Ubah Tatib soal Jumlah Anggota Pansus

Selain itu, dari segi teknis pun tak banyak yang dibahas. RUU IKN nantinya hanya akan berisi 34 pasal dan 8 bab. Meski begitu, pembahasan RUU IKN tetap akan dilakukan secara terbuka dengan mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Jadi sebetulnya dari segi teknis, pembahasan undang-undang tidak terlalu banyak yang dibahas. Tapi karena ini sesuatu yang penting, kita juga perlu mendengarkan aspirasi masyarakat, kemudian kita datangi yang kampus-kampus di seluruh Indonesia," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Wakil Ketua Pansus...
Jadi Wakil Ketua Pansus RUU Desain Industri, Lola Dorong Industri Nasional Kuat dan Terlindungi
Ibu Kota Negara di Jakarta...
Ibu Kota Negara di Jakarta Konstitusional, Bagaimana Nasib IKN?
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
KAHMI Khawatir Laporan...
KAHMI Khawatir Laporan terhadap JK Ditunggangi Kepentingan Politik
KAHMI Berharap Polemik...
KAHMI Berharap Polemik Ceramah JK Tak Diperpanjang: Apa Lagi yang Mau Dipersoalkan?
Wakil Ketua Baleg Beberkan...
Wakil Ketua Baleg Beberkan Pentingnya UU Satu Data Indonesia
Tangsel Darurat Sampah...
Tangsel Darurat Sampah Imbas Penutupan TPA Cipeucang, DPRD Gulirkan Pansus
Pemakzulan Bupati Pati...
Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, DPRD Sepakat Bentuk Pansus dan Ini Mekanisme Selanjutnya
DPRD Kota Bogor Bentuk...
DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus Baru, Bahas Raperda dan Peraturan Tatib DPRD
Rekomendasi
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Berita Terkini
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved