81% Responden Nilai Ekonomi Indonesia Memburuk Akibat Pandemi COVID-19

Minggu, 07 Juni 2020 - 20:36 WIB
loading...
81% Responden Nilai...
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dari hasil survei yang digelar pada 16-18 Mei 2020 didapati bahwa 81% responden menyatakan perekonomian Indonesia memburuk akibat pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews/Raka Dwi
A A A
JAKARTA - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dari hasil survei yang digelar pada 16-18 Mei 2020 didapati bahwa 81% responden menyatakan perekonomian Indonesia memburuk akibat pandemi COVID-19 .

"Kalau kita total itu besar sekali (responden yang menyatakan ekonomi memburuk), jadi ada peningkatan tajam sekali di bulan Mei, di mana masyarakat melihat secara gelap gulita kondisi ekonomi nasional kita sekarang," ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam jumpa pers, Minggu (7/6/2020). (Baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, Kepuasan terhadap Demokrasi Menurun)

Burhanuddin menjelaskan sebanyak 57,6% responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk dan 23,4% responden sangat buruk. Sementara itu, 8,9 % responden menyatakan kondisi ekonomi dalam tahap sedang, 5,5% responden menyatakan baik dan 1,2% responden menyatakan sangat baik.

"Di bulan Februari, yang mengatakan buruk 24 persen, sekarang lebih dari 80 persen mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk. Sesuatu yang sebenernya tidak terlalu mengejutkan," jelasnya.

Sedangkan untuk perekonomian rumah tangga, dari dua hasil survei pada Februari dan Mei 2020 terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Pada bulan Februari sebanyak 21-22% responden yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga jauh lebih buruk namun pada survei bulan Mei sebanyak 83-84% responden menyatakan ekonomi rumah tangga buruk.

"Pendapatan rumah tangga pasca pandemi mengalami penurunan luar biasa, misalnya yang mengatakan turun pendapatan rumah tangga responden, di bulan Maret 41 persen, di bulan April 70 persen, di bulan Mei 86 persen," ungkapnya. (Baca juga: Update Corona Minggu: Positif 31.186 Orang, 10.498 Sembuh dan 1.851 Meninggal)

Jumlah responden yang dipilih secara acak untuk ditelepon diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei dilakukan pada 16-18 Mei 2020.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
Daftar 19 Pemain Timnas...
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di 4Nations World Series
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved