Indonesia Kembali Terima Bantuan Vaksin Covid-19 Sebanyak 324.000 Dosis dari Belanda
Jum'at, 03 Desember 2021 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Nadia menegaskan, Indonesia sejak awal sangat gencar menyuarakan kesetaraan akses vaksin. Hal ini sangat penting demi melindungi dunia dari ancaman Covid-19 yang terus bermutasi. “Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, jika tidak ada kesetaraan akses vaksin, akan sangat sulit untuk memenuhi target vaksinasi yang dicanangkan WHO,” ujarnya.
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Varian Omicron Berimbas ke Ekonomi dan Politik
Nadia mengungkapkan, diperkirakan ada hampir 80 negara yang tidak akan dapat mencapai 40% penduduk yang divaksinasi pada akhir 2021. Di dalam negeri, lanjutnya, Indonesia sendiri terus menggencarkan program vaksinasi nasional, hingga ke pelosok-pelosok desa. “Pemerintah pusat mendorong daerah-daerah terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi warganya. Dibantu juga dengan sejumlah instansi, seperti TNI dan Polri,” ujarnya.
Selain jaminan ketersediaan stok vaksin, upaya percepatan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar. Nadia menyebut, di beberapa daerah, hoaks ikut berperan memperlambat vaksinasi. Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan. “Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan POM,” tegasnya.
Di sisi lain, masih menurut Nadia, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan seiring bermunculannya kasus varian Omicron di berbagai negara. “Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol kesehatan, dan segera vaksinasi apa pun jenis vaksinnya,” ujarnya.
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Varian Omicron Berimbas ke Ekonomi dan Politik
Nadia mengungkapkan, diperkirakan ada hampir 80 negara yang tidak akan dapat mencapai 40% penduduk yang divaksinasi pada akhir 2021. Di dalam negeri, lanjutnya, Indonesia sendiri terus menggencarkan program vaksinasi nasional, hingga ke pelosok-pelosok desa. “Pemerintah pusat mendorong daerah-daerah terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi warganya. Dibantu juga dengan sejumlah instansi, seperti TNI dan Polri,” ujarnya.
Selain jaminan ketersediaan stok vaksin, upaya percepatan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar. Nadia menyebut, di beberapa daerah, hoaks ikut berperan memperlambat vaksinasi. Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan. “Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan POM,” tegasnya.
Di sisi lain, masih menurut Nadia, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan seiring bermunculannya kasus varian Omicron di berbagai negara. “Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol kesehatan, dan segera vaksinasi apa pun jenis vaksinnya,” ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :