Polemik Pemecatan, Politikus Golkar Sarankan Sri Mulyani Datangi Pimpinan MPR
Kamis, 02 Desember 2021 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ralat Ucapan Fadel Muhammad, Bamsoet Cuma Minta Sri Mulyani Hargai MPR
Ada pun permintaan mengganti Menkeu, dia menegaskan mengganti Menkeu ini merupakan hak prerogatif Presiden sehingga, dia tidak bisa memberikan komentar lebih jauh soal itu. Tapi, sambung Misbakhun, sebagai mitra kerja yang selama ini bekerja dengan Menkeu dalam waktu yang sangat lama, Misbakhun sebenarnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Menkeu Sri Mulyani dalam berhubungan dengan DPR.
"Beliau (Sri Mulyani) kalau tidak bisa hadir atau mewakilkan rapat-rapat biasanya ada alasan-alasan yang sangat penting yang adalah berkaitan dengan Presiden, rapat kabinet atau agenda-agenda yang berhubungan dengan agenda di luar negeri yang sudah direncanakan. Dan beliau selalu mengirimkan surat secara resmi alasan-alasan kenapa tidak bisa hadir dalam rapat," ungkap Misbakhun.
Oleh karena itu, Misbakhun menyarankan agar ketegangan ini harus dicarikan jalan keluar. Bagaimana agar jangan muncul kesan bahwa Sri Mulyani sebagai Menkeu tidak menghargai MPR RI sebagai kelembagaan. Misbakhun pun menyarankan agar Sri Mulyani mendatangi Pimpinan MPR dan berkomunikasi secara langsung.
"Jadi kalau menurut saya, ini harus dicari jalan keluarnya bagaimana secara kelembagaan Ibu Sri Mulyani supaya tidak ada kesan tidak menghargai, tidak menghormati MPR, datang ke MPR menjelaskan kepada MPR secara langsung, apa-apa saja yang menjadi dasar dan argumentasi mengenai policy di bidang anggaran dan alasan-alasan ketidakhadiran beliau di rapat-rapat dengan Pimpinan MPR," usulnya.
Ada pun permintaan mengganti Menkeu, dia menegaskan mengganti Menkeu ini merupakan hak prerogatif Presiden sehingga, dia tidak bisa memberikan komentar lebih jauh soal itu. Tapi, sambung Misbakhun, sebagai mitra kerja yang selama ini bekerja dengan Menkeu dalam waktu yang sangat lama, Misbakhun sebenarnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Menkeu Sri Mulyani dalam berhubungan dengan DPR.
"Beliau (Sri Mulyani) kalau tidak bisa hadir atau mewakilkan rapat-rapat biasanya ada alasan-alasan yang sangat penting yang adalah berkaitan dengan Presiden, rapat kabinet atau agenda-agenda yang berhubungan dengan agenda di luar negeri yang sudah direncanakan. Dan beliau selalu mengirimkan surat secara resmi alasan-alasan kenapa tidak bisa hadir dalam rapat," ungkap Misbakhun.
Oleh karena itu, Misbakhun menyarankan agar ketegangan ini harus dicarikan jalan keluar. Bagaimana agar jangan muncul kesan bahwa Sri Mulyani sebagai Menkeu tidak menghargai MPR RI sebagai kelembagaan. Misbakhun pun menyarankan agar Sri Mulyani mendatangi Pimpinan MPR dan berkomunikasi secara langsung.
"Jadi kalau menurut saya, ini harus dicari jalan keluarnya bagaimana secara kelembagaan Ibu Sri Mulyani supaya tidak ada kesan tidak menghargai, tidak menghormati MPR, datang ke MPR menjelaskan kepada MPR secara langsung, apa-apa saja yang menjadi dasar dan argumentasi mengenai policy di bidang anggaran dan alasan-alasan ketidakhadiran beliau di rapat-rapat dengan Pimpinan MPR," usulnya.
(cip)