BMKG: Malam Ini Lahir Siklon Tropis Teratai, Begini Dampaknya
Rabu, 01 Desember 2021 - 19:44 WIB
loading...
BMKG menyatakan malam ini akan lahir siklon tropis dari bibit siklon 92S yang diberi nama Siklon Tropis Teratai. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati mengatakan malam ini akan lahir siklon tropis dari bibit siklon 92S yang diberi nama Siklon Tropis Teratai . Dampak siklon tropis ini berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir di sejumlah wilayah Indonesia.
"Prediksi BMKG dalam waktu 3 jam ini (bibit siklon 92S) akan semakin menguat dan akan lahir menjadi siklon dalam waktu 3 jam. Bibit siklon 92S ini akan diberi nama Siklon Tropis Teratai," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/12/2021).
Dwikorita mengatakan, saat ini kecepatan angin maksimum di sekitar sistem bibit siklon 92S mencapai 56 km per jam dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya mencapai 1006 hPa. "Diprediksi kecepatan angin tersebut akan menjadi 35 knot atau 65 km per jam dalam 3 jam ke depan," katanya.
Baca juga: Siklon Tropis Paddy Menjauhi Indonesia, BMKG Ungkap Dampak Cuacanya
Bibit siklon yang berpeluang terbentuk menjadi Siklon Tropis Teratai arah pergerakannya ke Tenggara Selatan menjauhi wilayah Indonesia. "Posisi bibit siklon 92S yang akan berkembang menjadi siklon tropis Teratai per hari ini diprediksi sekitar pukul 7 atau pukul 8 malam," kata Dwikorita.
Lalu, bagaimana dampaknya ke berbagai wilayah di Indonesia? Dwikorita mengatakan, khusus untuk bibit siklon tropis 92S yang akan berkembang menjadi Siklon Tropis Teratai akan berdampak di wilayah Selatan Sumatera yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, kemudian juga di Selat Sunda, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. "Dan barangkali sebagian dari Jawa Timur," katanya.
"Prediksi BMKG dalam waktu 3 jam ini (bibit siklon 92S) akan semakin menguat dan akan lahir menjadi siklon dalam waktu 3 jam. Bibit siklon 92S ini akan diberi nama Siklon Tropis Teratai," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/12/2021).
Dwikorita mengatakan, saat ini kecepatan angin maksimum di sekitar sistem bibit siklon 92S mencapai 56 km per jam dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya mencapai 1006 hPa. "Diprediksi kecepatan angin tersebut akan menjadi 35 knot atau 65 km per jam dalam 3 jam ke depan," katanya.
Baca juga: Siklon Tropis Paddy Menjauhi Indonesia, BMKG Ungkap Dampak Cuacanya
Bibit siklon yang berpeluang terbentuk menjadi Siklon Tropis Teratai arah pergerakannya ke Tenggara Selatan menjauhi wilayah Indonesia. "Posisi bibit siklon 92S yang akan berkembang menjadi siklon tropis Teratai per hari ini diprediksi sekitar pukul 7 atau pukul 8 malam," kata Dwikorita.
Lalu, bagaimana dampaknya ke berbagai wilayah di Indonesia? Dwikorita mengatakan, khusus untuk bibit siklon tropis 92S yang akan berkembang menjadi Siklon Tropis Teratai akan berdampak di wilayah Selatan Sumatera yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, kemudian juga di Selat Sunda, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. "Dan barangkali sebagian dari Jawa Timur," katanya.
Lihat Juga :