Resensi Buku: Kesahajaan dan Loyalitas Tanpa Batas Marsekal Hadi Tjahjanto
Selasa, 30 November 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Mimpi buruk pun datang. Sejak temuan pertama, angka warga yang terpapar Corona semakin tinggi. Presiden pada Sabtu, 14 Maret 2020, meningkatkan status wabah Corona di Indonesia menjadi bencana nasional. Indonesia dilanda Covid-19. Presiden kemudian membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar pandemi ini segera dapat diatasi.
Tak hanya itu, Presiden juga memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan segala kemampuannya mengatasi penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bergerak cepat. Dengan berkoordinasi antarlembaga, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengambil langkah langkah strategis terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di Tanah Air.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Menteri Kesehatan saat itu Terawan Agus Putranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meninjau kesiapan fasilitas dan kesiapan Wisma Atlet yang dijadikan rumah sakit darurat Corona (Covid-19) di Kemayoran, Jakarta Utara.
Selain itu, Panglima TNI juga menyiapkan seluruh rumah sakit TNI untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit lapangan dibangun. Panglima TNI turun sendiri melakukan sidak untuk memastikan kesiapan rumah sakit lapangan yang berada di RSPAD, RSAL dan RSAU.
Pencegahan Covid-19 juga tak kalah pentingnya. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. TNI secara intensif melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Warga juga diimbau untuk menghindari kerumunan. Panglima TNI dalam banyak kesempatan turut mengampanyekan sendiri protokol kesehatan ini. Panglima berkali-kali keluar-masuk ke kawasan ekonomi seperti pasar untuk melakukan sosialisasi.
Selain penegakan disiplin protokol kesehatan pemerintah juga menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB. Kebijakan ini dilaksanakan pada wilayah yang tingkat penularan Covid-19-nya tinggi. Panglima TNI mengerahkan kekuatan untuk membantu Polri agar kebijakan ini berjalan sesuai dengan harapan.
Sebagai bentuk dukungan, TNI antara lain melaksanakan patroli bersama untuk sosialisasi dan penegakan pelaksanaan PSBB. TNI juga membantu sosialisasi pemakaian masker dan physical distancing.
Tak hanya di situ, bagaimana Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berjibaku menyukseskan program vaksinasi nasional terangkum secara apik dalam di buku ini.
Di saat masih menjadi peredebatan terkaiat vaksinasi Covid-19, Presiden Joko Widodo mengambil keputusan tegas vaksinasi bagi seluruh warga Indoensia. Presiden menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi Covid-19. Kemudian diikuti Panglima TNI, Kapolri, serta sejumlah pejabat negara.
Panglima TNI seolah menjadi panglima perang serbuan vaksinasi. Sejak pencanangan serbuan vaksinasi, Panglima TNI hampir setiap hari berkeliling ke berbagai penjuru Tanah Air untuk mengawal pelaksanaan vaksinasi
Sebagai bentuk dukungan terhadap serbuan vaksinasi,
Panglima TNI juga mengerahkan 10.00 personel sebagai vaksinator. Jumlah tersebut ditambah terus disesuaikan dengan kebutuhan. Panglima TNI bahkan menerjunkan prajurit karier yang sedang mengikuti pendidikan untuk serbuan vaksinasi. Para vaksinator ini adalah para kesatria yang berjuang untuk negara dan bangsa.
Perang melawan Covid-19 adalah perang semesta. Panglima TNI mengerahkan semua strategi. Dalam buku ini Panglima TNI menunjukan bagaimana perang semesta melawan Covid-19 dilakukan. Sebuah perang yang tidak terprediksi sebelumnya. Di mana perang ini adalah perang melawan musuh yang tak nampak. Begitu juga perlawanannya tidak menggunakan senjata militer.
Judul Buku:
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.
MENGABDI UNTUK RAKYAT
Penulis:
Yadi Hendriana
Herik Kurniawan
Penyunting:
Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Sp.KP.
Kata pengantar:
Ketua PBNU Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A.
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Tebal halaman
8 Bab, 161 Halaman
Tak hanya itu, Presiden juga memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan segala kemampuannya mengatasi penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bergerak cepat. Dengan berkoordinasi antarlembaga, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengambil langkah langkah strategis terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di Tanah Air.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Menteri Kesehatan saat itu Terawan Agus Putranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meninjau kesiapan fasilitas dan kesiapan Wisma Atlet yang dijadikan rumah sakit darurat Corona (Covid-19) di Kemayoran, Jakarta Utara.
Selain itu, Panglima TNI juga menyiapkan seluruh rumah sakit TNI untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit lapangan dibangun. Panglima TNI turun sendiri melakukan sidak untuk memastikan kesiapan rumah sakit lapangan yang berada di RSPAD, RSAL dan RSAU.
Pencegahan Covid-19 juga tak kalah pentingnya. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. TNI secara intensif melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Warga juga diimbau untuk menghindari kerumunan. Panglima TNI dalam banyak kesempatan turut mengampanyekan sendiri protokol kesehatan ini. Panglima berkali-kali keluar-masuk ke kawasan ekonomi seperti pasar untuk melakukan sosialisasi.
Selain penegakan disiplin protokol kesehatan pemerintah juga menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB. Kebijakan ini dilaksanakan pada wilayah yang tingkat penularan Covid-19-nya tinggi. Panglima TNI mengerahkan kekuatan untuk membantu Polri agar kebijakan ini berjalan sesuai dengan harapan.
Sebagai bentuk dukungan, TNI antara lain melaksanakan patroli bersama untuk sosialisasi dan penegakan pelaksanaan PSBB. TNI juga membantu sosialisasi pemakaian masker dan physical distancing.
Tak hanya di situ, bagaimana Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berjibaku menyukseskan program vaksinasi nasional terangkum secara apik dalam di buku ini.
Di saat masih menjadi peredebatan terkaiat vaksinasi Covid-19, Presiden Joko Widodo mengambil keputusan tegas vaksinasi bagi seluruh warga Indoensia. Presiden menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi Covid-19. Kemudian diikuti Panglima TNI, Kapolri, serta sejumlah pejabat negara.
Panglima TNI seolah menjadi panglima perang serbuan vaksinasi. Sejak pencanangan serbuan vaksinasi, Panglima TNI hampir setiap hari berkeliling ke berbagai penjuru Tanah Air untuk mengawal pelaksanaan vaksinasi
Sebagai bentuk dukungan terhadap serbuan vaksinasi,
Panglima TNI juga mengerahkan 10.00 personel sebagai vaksinator. Jumlah tersebut ditambah terus disesuaikan dengan kebutuhan. Panglima TNI bahkan menerjunkan prajurit karier yang sedang mengikuti pendidikan untuk serbuan vaksinasi. Para vaksinator ini adalah para kesatria yang berjuang untuk negara dan bangsa.
Perang melawan Covid-19 adalah perang semesta. Panglima TNI mengerahkan semua strategi. Dalam buku ini Panglima TNI menunjukan bagaimana perang semesta melawan Covid-19 dilakukan. Sebuah perang yang tidak terprediksi sebelumnya. Di mana perang ini adalah perang melawan musuh yang tak nampak. Begitu juga perlawanannya tidak menggunakan senjata militer.
Judul Buku:
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.
MENGABDI UNTUK RAKYAT
Penulis:
Yadi Hendriana
Herik Kurniawan
Penyunting:
Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Sp.KP.
Kata pengantar:
Ketua PBNU Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A.
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Tebal halaman
8 Bab, 161 Halaman
(poe)
Lihat Juga :