LB Moerdani, Jenderal Kesayangan yang Berani Mengusik Kekuasaan Soeharto
Jum'at, 26 November 2021 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Berbakti di Semua Medan
Ketika terjadi konflik di Irian barat dengan Belanda, Benny yang saat itu berpangkat kapten ditugaskan negara untuk berangkat ke sana. Berbagai media saat itu memberitakan betapa heroiknya pasukan Indonesia yang diterjunkan ke sana.
Mereka siap berangkat untuk tidak kembali lagi. Mereka berani mempertaruhkan nyawa demi kepentingan nusa dan bangsa. sebuah sikap yang luar biasa, mengingat medan yang sangat ganas pada saat itu.
Benny dan pasukannya kemudian mampu membuktikan dengan menjalankan misi negara dengan baik, meskipun harus kehilangan sejumlah prajuritnya. Karena keberhasilannya tersebut, Benny dan pasukannya lalu mendapatkan anugerah bintang sakti dan kenaikan pangkat luar biasa. Baca juga: AH Nasution, Jenderal Besar Anti-PKI Kebanggaan TNI
Ajang selanjutnya dari kiprah Benny Moerdani untuk negara adalah ketika konflik dengan Malaysia. Benny ikut dalam operasi penyusupan anti Malaysia di wilayah Kalimantan yang tak kalah ganasnya dengan hutan di Irian Barat. Ketika itu, Benny menyamar menjadi anggota pasukan anti Malaysia.
Di masa itu, Malaysia masih belum merdeka dan Presiden Soekarno menganggap Malaysia merdeka sebagai upaya Inggris melebarkan sayap kolonialismenya. Malaysia hanya dijadikan boneka penjajah.
"Meski sempat hampir tewas di sana, tugas Pak Benny tetap dianggap berhasil di Kalimantan Utara," tutur Dodi Mawardi.
Dodi menuturkan peralihan kekuasaan memberikan berkah tersendiri buat Benny. Penempatannya di luar negeri menguji kehebatan dan keberanian lain dari dirinya dalam mengabdi kepada negara.
Ternyata, di mana pun ditempatkan berlian tetaplah berlian. Benny tetap bersinar. Dia berperan besar dalam proses pembentukan negara dan pemerintahan negara sahabat untuk bergabung dalam organisasi bernama ASEAN.
Benny juga yang kemudian meyakinkan negara-negara ASEAN bahwa Vietnam tidak berbahaya. Dia kemudian hari, keyakinan Benny tersebut akhirnya terbukti. Vietnam menjadi salah satu kekuatan ASEAN. Kata mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, "ASEAN berutang banyak kepada Benny Moerdani."
Berhasil mengemban sejumlah tugas negara, kiprah Benny semakin lengkap dengan mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Soeharto di tahun 1974. Beberapa hari setelah peristiwa Malari, Benny dipanggil pulang dari tempat dinasnya di Korea Selatan. Sejak itulah, Benny menjadi salah satu tangan kanan Soeharto dalam keamanan presiden dan keamanan negara.
Pengabdian Benny beralih dari hutan belantara di Irian, Kalimantan, Sulawesi, serta luar negeri ke pusaran kekuasaan di sekitar Istana. Benny menjelma menjadi salah satu orang terkuat.
Ketika terjadi konflik di Irian barat dengan Belanda, Benny yang saat itu berpangkat kapten ditugaskan negara untuk berangkat ke sana. Berbagai media saat itu memberitakan betapa heroiknya pasukan Indonesia yang diterjunkan ke sana.
Mereka siap berangkat untuk tidak kembali lagi. Mereka berani mempertaruhkan nyawa demi kepentingan nusa dan bangsa. sebuah sikap yang luar biasa, mengingat medan yang sangat ganas pada saat itu.
Benny dan pasukannya kemudian mampu membuktikan dengan menjalankan misi negara dengan baik, meskipun harus kehilangan sejumlah prajuritnya. Karena keberhasilannya tersebut, Benny dan pasukannya lalu mendapatkan anugerah bintang sakti dan kenaikan pangkat luar biasa. Baca juga: AH Nasution, Jenderal Besar Anti-PKI Kebanggaan TNI
Ajang selanjutnya dari kiprah Benny Moerdani untuk negara adalah ketika konflik dengan Malaysia. Benny ikut dalam operasi penyusupan anti Malaysia di wilayah Kalimantan yang tak kalah ganasnya dengan hutan di Irian Barat. Ketika itu, Benny menyamar menjadi anggota pasukan anti Malaysia.
Di masa itu, Malaysia masih belum merdeka dan Presiden Soekarno menganggap Malaysia merdeka sebagai upaya Inggris melebarkan sayap kolonialismenya. Malaysia hanya dijadikan boneka penjajah.
"Meski sempat hampir tewas di sana, tugas Pak Benny tetap dianggap berhasil di Kalimantan Utara," tutur Dodi Mawardi.
Dodi menuturkan peralihan kekuasaan memberikan berkah tersendiri buat Benny. Penempatannya di luar negeri menguji kehebatan dan keberanian lain dari dirinya dalam mengabdi kepada negara.
Ternyata, di mana pun ditempatkan berlian tetaplah berlian. Benny tetap bersinar. Dia berperan besar dalam proses pembentukan negara dan pemerintahan negara sahabat untuk bergabung dalam organisasi bernama ASEAN.
Benny juga yang kemudian meyakinkan negara-negara ASEAN bahwa Vietnam tidak berbahaya. Dia kemudian hari, keyakinan Benny tersebut akhirnya terbukti. Vietnam menjadi salah satu kekuatan ASEAN. Kata mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, "ASEAN berutang banyak kepada Benny Moerdani."
Berhasil mengemban sejumlah tugas negara, kiprah Benny semakin lengkap dengan mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Soeharto di tahun 1974. Beberapa hari setelah peristiwa Malari, Benny dipanggil pulang dari tempat dinasnya di Korea Selatan. Sejak itulah, Benny menjadi salah satu tangan kanan Soeharto dalam keamanan presiden dan keamanan negara.
Pengabdian Benny beralih dari hutan belantara di Irian, Kalimantan, Sulawesi, serta luar negeri ke pusaran kekuasaan di sekitar Istana. Benny menjelma menjadi salah satu orang terkuat.
Lihat Juga :