Daftar 21 Jenderal Panglima TNI, dari Soedirman hingga Andika Perkasa
Rabu, 24 November 2021 - 06:00 WIB
loading...
Sejak 1945 hingga saat ini, sebanyak 21 jenderal pernah menjabat sebagai panglima TNI. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Begitu kalimat yang kerap disampaikan tentang Tentara Nasional Indonesia ( TNI ). Bila dilihat dari sejarah pembentukannya, kalimat tersebut ada benarnya.
Ketika masih dalam kekuasaan Belanda, banyak warga yang bergabung menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL). Begitu juga ketika Jepang masuk dan membentuk tentara Pembela Tanah Air atau Peta.
Dua unsur itulah yang membentuk organisasi tentara Indonesia setelah merdeka. Sebelum bernama TNI seperti yang kita kenal saat ini, sebutan organisasi militer Indonesia adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Sejak resmi menjadi organisasi pada 1945, sebanyak 21 jenderal tercatat pernah menjadi panglima TNI atau sebutan lain dengan tugas dan wewenang yang setara. Berikut adalah profil singkat mereka.
1. Jenderal Soedirman
![Daftar 21 Jenderal Panglima TNI, dari Soedirman hingga Andika Perkasa]()
Jenderal Besar Soedirman. Foto/ist
Soedirman menjabat sebagai panglima Besar TKR sejak 12 November 1945. Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, Soedirman dikenal sebagai pemimpin perang kemerdekaan melawan upaya Belanda untuk kembali menduduki Indonesia.
Soedirman meninggal di usia yang masih sangat muda yakni 34 tahun pada 29 Januari 1950, tak lama setelah Belanda benar-benar bertekuk lutut mengakui kemerdekaan Indoenesia. Soedirman yang meninggal karena penyakit paru-paru akut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Semaki, Yogyakarta.
2. Jenderal TB Simatupang
Tahi Bonar Simatupang atau yang dikenal sebagai TB Simpatupang merupakan Kepala Staf Perang/Angkatan Bersenjata yang menjabat dari 29 Januari 1950 hingga 4 November 1953. Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920, Simatupang memulai karier militer di KMA (Koninklije Militaire Academie) Bandung. Dia menyatakan pensiun dini dari dunia militer pada 1959 dan meninggal pada 1990. Simatupang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
3. Jenderal Abdul Haris Nasution
![Daftar 21 Jenderal Panglima TNI, dari Soedirman hingga Andika Perkasa]()
Jenderal AH Nasution. Foto/ist
Abdul Haris Nasution merupakan jenderal dengan bintang lima di Indonesia bersama Soedirman dan Soeharto. Dia lahir di Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1918, menjabat sebagai KSAD dan Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf pada periode 1955 – 1959 dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata 1962 – 1966. Nasution wafat pada 6 September 2000 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
4. Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma
Soerjadi lahir pada 6 Desember 1912 di Banyuwangi, Jawa Timur. Bercita-cita sebagai penerbang sejak dini, Soerjadi berhasil masuk ke Angkatan Udara dan menjadi KSAU (Kepala Staf AU) pada 1946. Pada periode 1959 – 1961 Soerjadi menjabat sebagai Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf. Ia tutup usia pada 16 Agustus 1975 dan dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.
5. Jenderal TNI Soeharto
![Daftar 21 Jenderal Panglima TNI, dari Soedirman hingga Andika Perkasa]()
Jenderal Soeharto. Foto/time.com
Ketika masih dalam kekuasaan Belanda, banyak warga yang bergabung menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL). Begitu juga ketika Jepang masuk dan membentuk tentara Pembela Tanah Air atau Peta.
Dua unsur itulah yang membentuk organisasi tentara Indonesia setelah merdeka. Sebelum bernama TNI seperti yang kita kenal saat ini, sebutan organisasi militer Indonesia adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Sejak resmi menjadi organisasi pada 1945, sebanyak 21 jenderal tercatat pernah menjadi panglima TNI atau sebutan lain dengan tugas dan wewenang yang setara. Berikut adalah profil singkat mereka.
1. Jenderal Soedirman

Jenderal Besar Soedirman. Foto/ist
Soedirman menjabat sebagai panglima Besar TKR sejak 12 November 1945. Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, Soedirman dikenal sebagai pemimpin perang kemerdekaan melawan upaya Belanda untuk kembali menduduki Indonesia.
Soedirman meninggal di usia yang masih sangat muda yakni 34 tahun pada 29 Januari 1950, tak lama setelah Belanda benar-benar bertekuk lutut mengakui kemerdekaan Indoenesia. Soedirman yang meninggal karena penyakit paru-paru akut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Semaki, Yogyakarta.
2. Jenderal TB Simatupang
Tahi Bonar Simatupang atau yang dikenal sebagai TB Simpatupang merupakan Kepala Staf Perang/Angkatan Bersenjata yang menjabat dari 29 Januari 1950 hingga 4 November 1953. Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920, Simatupang memulai karier militer di KMA (Koninklije Militaire Academie) Bandung. Dia menyatakan pensiun dini dari dunia militer pada 1959 dan meninggal pada 1990. Simatupang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
3. Jenderal Abdul Haris Nasution

Jenderal AH Nasution. Foto/ist
Abdul Haris Nasution merupakan jenderal dengan bintang lima di Indonesia bersama Soedirman dan Soeharto. Dia lahir di Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1918, menjabat sebagai KSAD dan Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf pada periode 1955 – 1959 dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata 1962 – 1966. Nasution wafat pada 6 September 2000 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
4. Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma
Soerjadi lahir pada 6 Desember 1912 di Banyuwangi, Jawa Timur. Bercita-cita sebagai penerbang sejak dini, Soerjadi berhasil masuk ke Angkatan Udara dan menjadi KSAU (Kepala Staf AU) pada 1946. Pada periode 1959 – 1961 Soerjadi menjabat sebagai Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf. Ia tutup usia pada 16 Agustus 1975 dan dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.
5. Jenderal TNI Soeharto

Jenderal Soeharto. Foto/time.com
Lihat Juga :