Agar Tepat Sasaran, Pemerintah Transformasi Penyaluran Bansos

Senin, 22 November 2021 - 13:16 WIB
Agar Tepat Sasaran, Pemerintah Transformasi Penyaluran Bansos
Pemerintah uji coba transformasi digital integrasi bansos nontunai sebagaimana arahan Presiden Jokowi. Uji coba dilakukan oleh Tim Pengendali Bansos Nontunai. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mulai uji coba transformasi digital integrasi bansos nontunai sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Uji coba ini dilakukan oleh Tim Pengendali Bantuan Sosial Nontunai di Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca juga: Kapolri Serahkan Bansos untuk Pekerja Seni Terdampak Pandemi Covid-19 di DIY

Asisten Deputi Bantuan dan Subsidi Tepat Sasaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Herbin Manihuruk menjelaskan, integrasi bansos merupakan bagian dari agenda reformasi perlindungan sosial.

"Uji coba transformasi digital integrasi bansos nontunai bertujuan, memperbaiki penyaluran bansos sehingga lebih efisien, tepat sasaran, memudahkan penerima manfaat, dan meningkatkan akuntabilitas," ujar Herbin dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).



Herbin menerangkan, uji coba dilakukan untuk mengumpulkan fakta lapangan dan membuktikan apakah skema transformasi yang direncanakan memang memudahkan penerima manfaat, meningkatkan akuntabilitas, dan dapat diperluas secara nasional, dan bersifat jangka panjang.

"Hal ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking)," tuturnya.

Uji coba akan dilakukan sekitar 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 20 November sampai dengan 12 Desember 2021 di 7 kabupaten/kota di 7 provinsi terpilih, yaitu; 1) Kab Bengkulu Utara, Bengkulu, 2) Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, 3) Kab Tasikmalaya, Jawa Barat, 4) Kab Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 5) Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat, 6) Kab Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan 7) Kab Jayapura, Papua.

Dalam uji coba ini, keluarga penerima manfaat (KPM) dapat memanfaatkan bantuan dengan menggunakan financial technology 'satu aplikasi bansos melalui tiga moda transaksi baru' yaitu; 1) kode QR berbasis standar nasional Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), 2) teknologi pesan singkat USSD/SMS, dan 3) biometrik wajah.

"Pada saat disaksikan transaksinya, seluruh moda yang diujicobakan (QRIS/Biometrik/USSD) dapat lancar digunakan untuk bertransaksi dalam pemanfaatan bansos. Baik KPM maupun penjual menerima informasi yang jelas terkait jenis komoditas dan harga yang dibelanjakan," tutur Asdep Herbin.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2183 seconds (11.97#12.26)