New Normal Jadi Peluang Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:25 WIB
loading...
New Normal Jadi Peluang...
Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya, Lukman Edy menilai kebijakan New Normal dinilai dapat menjadi peluang dunia konstruksi dan di era revolusi industri 5.0 tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan di Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode kedua meskipun fokus utama visi pembangunannya telah beralih pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini dapat dilihat dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mayoritas masih diwarnai pembangunan infrastruktur meskipun sempat tersendat akibat pandemi COVID-19 .

Karena itu, kebijakan New Normal dinilai dapat menjadi peluang dunia konstruksi dan di era revolusi industri 5.0 tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Kebijakan New Normal memberi angin segar bagi dunia konstruksi, namun demikian dalam pelaksanaannya tetap harus menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya, Lukman Edy kepada wartawan, Jumat (5/6/2020). (Baca juga: Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Ongkos Haji Bisa Cair Dalam 9 Hari ).

Karena itu, Lukman berpandangan, dibutuhkan reengineering terhadap skema-skema pembangunan infrastruktur yang lama dan mencari terobosan baru. Karena, konstruksi tak bisa dipisahkan dari teknologi. Oleh sebab itu, New Normal ini bisa menjadi momentum bagi dunia konstruksi untuk berubah dan menemukan model-model baru yang lebih efektif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Lukman melanjutkan, pada awal Januari 2019 lalu telah beredar gagasan baru yang muncul dari peradaban Jepang, yaitu society 5.0, yang disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Swiss. Gagasan ini muncul sebagai respon revolusi industri 4.0 atas signifikannya perkembangan teknologi tetapi sekaligus menjadikan peran masyarakat sebagai pertimbangan utama bagi terciptanya revolusi industri 4.0 tersebut.

“Menurut Abe, di society 5.0 itu bukan lagi melulu soal modal, tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung,” terangnya.

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini, New Normal dapat dijadikan momentum pengejawantahan konsep society 5.0 tersebut, utamanya pada iklim infrastruktur di Indonesia. “Karena infrastruktur lah yang paling memungkinkan untuk memadukan SDM dengan teknologi 4.0,” imbuhnya.

Mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal ini memaparkan pemanfaatan teknologi informasi pada bidang infrastruktur di era New Normal ini seharusnya tidak hanya dalam kegiatan internal perkantoran tetapi juga dalam pengelolaan pekerjaan infrastruktur. Di antaranya, digitalisasi pengelolaan jalan tol dengan cara memanfaatkan teknologi digital yang diberlakukan di seluruh cabang tol dengan meminimalisir pertemuan tatap muka, baik itu rapat, absensi hingga pengisian kartu tol elektronik.

Kemudian, lanjut dia, proses lelang pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek infrastruktur sudah seharusnya 100% dilakukan dengan cara e-Procurement guna menghindari berkumpulnya banyak orang di satu tempat. Administrasi paperless juga dengan e-procurement 100%, baik itu surat-menyurat, dokumen, pembayaran pajak dan administrasi lainnya.

“Pemanfaatan teknologi perlu juga dikembangkan pada pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pada medan yang sulit dijangkau atau membahayakan bagi tenaga kerja manusia, dengan mengembangkan teknologi drone yang dikendalikan dari pusat kendali data,” ujarnya.

Lalu, sambung Lukman, pelibatan tenaga kerja tidak langsung dengan pengembangan precast yang diproduksi oleh UMKM binaan BUMN kekaryaan maupun Kementerian PUPR. Pelibatan dan serapan tenaga kerja tidak hanya pada pekerjaan utama konstruksinya tetapi pada industri penunjangnya.

“Jadi kita dorong BUMN kekaryaan dan Kementerian PUPR ini mendesain produk-produk precest yang mampu diproduksi oleh UMKM seperti mur-baut, produk furnitur pendukung, pagar jalan tol, rambu-rambu, serta industri pendukung konstruksi lainnya serta melakukan binaan terhadap Industri Kecil/Industri rumah tangga dan UMKM tersebut,” usulnya.

Sementara, kata Lukman, untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang melibatkan banyak orang seperti padat karya hendaknya dilakukan re-engineering dengan mempertimbangkan tetap menjaga social distancing dan physical distancing dengan memperbanyak titik-titik satuan kerja di mana, masing-masing hanya terdiri dari sedikit orang yang memungkinkan untuk tetap menjaga jarak. (Baca juga: Hadapi Pandemi Corona dengan Semangat Pancasila ).

“Secara umum dunia konstruksi perlu melakukan reenginering terhadap manajemen konstruksi seperti selama ini. Ia harus menyesuaikan dan mentransformasikan diri dengan kondisi New Normal. Dukungan teknologi 4.0 mutlak diperlukan untuk misi penyelesaian pekerjaan secara efektif, efisien dan tepat waktu dan mencapai hasil yang maksimal. Dengan begitu, kita benar-benar akan masuk di era society 5.0 dengan memanfaatkan momentum New Normal ini,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
KPK Tahan Mantan Dirut...
KPK Tahan Mantan Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo terkait Kasus Jalan Tol Trans Sumatera
Pelabuhan Patimban Belum...
Pelabuhan Patimban Belum Beroperasi Optimal, Anggota DPR: Perlu Dilakukan Audit
Polri Geledah Ruang...
Polri Geledah Ruang Direksi hingga Komisaris PT Hutama Karya soal Dugaan Korupsi Proyek di PTPN XI
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved