Presiden Jokowi Tunjuk Profesional Jadi Duta Besar RI untuk Korea
Rabu, 17 November 2021 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Belajar dari Pendahulu
Sulis berpandangan tidak mesti mengubah formula keberhasilan yang sudah terbukti. Menurutnya, Dubes RI untuk Korea Selatan sebelumnya yaitu Umar Hadi telah banyak membuat pencapaian luar biasa. Terlebih, Umar Hadi adalah seorang diplomat karir kawakan yang memiliki pengalaman luar biasa. Untuk itu, ia merasa bersyukur bisa melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis olehnya.
"Akan ada kreasi-kreasi baru nantinya. Tetapi landasan yang sudah dibuat oleh pendahulu saya membuat rencana kerja saya lebih mudah," katanya.
Baca juga: 12 Kanal YouTube Gratis dan Legal untuk Menonton Drama Korea
Selain Umar Hadi, ia juga menganggap dubes sebelumnya yaitu John Prasetyo, yang seperti dirinya, berangkat dari sektor usaha, banyak meletakkan hubungan bilateral yang cukup erat antarkedua negara. "Intinya, saya mengapresiasi pendahulu saya yang sudah meletakkan dasar-dasar kerja. Ini merupakan complimentary terkait yang akan saya lakukan nanti," katanya.
Sulis mendapati beberapa persamaan antara pengabdian sebagai dubes dengan karir terakhirnya di sebuah korporasi besar. Tugas sebelumnya meliputi dari dua hal utama. Pertama adalah diplomasi, atau berhubungan keluar menjangkau publik, juga pemerintah. "Bagaimana agar program perusahaan yang ingin kita lakukan, dapat diterima tak hanya oleh internal manajemen, namun juga pemerintah dan publik. Itu kerja diplomasi," katanya.
Kedua, ada aspek advokasi. Jika diplomasi tidak berhasil, terjadi polemik atau bahkan berkembang menjadi krisis, tentu membutuhkan mitigasi agar dapat segera selesai, di mana semua pihak tidak ada yang merugi, melalui amicable solution, win-win solution, tanpa ada yang mesti kehilangan muka.
"Sedikit banyak terdapat persamaan antara apa yang saya laksanakan dulu, dengan apa yang akan saya lakukan di KBRI Seoul. Mungkin skalanya yang berbeda dalam berdiplomasi serta menjadi problem solver di sana, karena menyangkut negara," katanya.
Sulis berpandangan tidak mesti mengubah formula keberhasilan yang sudah terbukti. Menurutnya, Dubes RI untuk Korea Selatan sebelumnya yaitu Umar Hadi telah banyak membuat pencapaian luar biasa. Terlebih, Umar Hadi adalah seorang diplomat karir kawakan yang memiliki pengalaman luar biasa. Untuk itu, ia merasa bersyukur bisa melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis olehnya.
"Akan ada kreasi-kreasi baru nantinya. Tetapi landasan yang sudah dibuat oleh pendahulu saya membuat rencana kerja saya lebih mudah," katanya.
Baca juga: 12 Kanal YouTube Gratis dan Legal untuk Menonton Drama Korea
Selain Umar Hadi, ia juga menganggap dubes sebelumnya yaitu John Prasetyo, yang seperti dirinya, berangkat dari sektor usaha, banyak meletakkan hubungan bilateral yang cukup erat antarkedua negara. "Intinya, saya mengapresiasi pendahulu saya yang sudah meletakkan dasar-dasar kerja. Ini merupakan complimentary terkait yang akan saya lakukan nanti," katanya.
Sulis mendapati beberapa persamaan antara pengabdian sebagai dubes dengan karir terakhirnya di sebuah korporasi besar. Tugas sebelumnya meliputi dari dua hal utama. Pertama adalah diplomasi, atau berhubungan keluar menjangkau publik, juga pemerintah. "Bagaimana agar program perusahaan yang ingin kita lakukan, dapat diterima tak hanya oleh internal manajemen, namun juga pemerintah dan publik. Itu kerja diplomasi," katanya.
Kedua, ada aspek advokasi. Jika diplomasi tidak berhasil, terjadi polemik atau bahkan berkembang menjadi krisis, tentu membutuhkan mitigasi agar dapat segera selesai, di mana semua pihak tidak ada yang merugi, melalui amicable solution, win-win solution, tanpa ada yang mesti kehilangan muka.
"Sedikit banyak terdapat persamaan antara apa yang saya laksanakan dulu, dengan apa yang akan saya lakukan di KBRI Seoul. Mungkin skalanya yang berbeda dalam berdiplomasi serta menjadi problem solver di sana, karena menyangkut negara," katanya.
Lihat Juga :