Pemerintah Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas Saat Libur Nataru
Rabu, 17 November 2021 - 11:38 WIB
loading...
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama menjelang dan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut dinilai perlu untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 atau ancaman gelombang ketiga.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya untuk mempertahankan kasus positif Covid-19 serendah mungkin dengan penurunan kasus yang konsisten. “Upaya ini akan efektif jika masyarakat patuh, taat dan disiplin terapkan protokol kesehatan termasuk mengurangi mobilitas dan berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19.” kata Nadia dikutip dalam keterangan dari KPC PEN, Rabu (17/11/2021).
Dia menambahkan, upaya-upaya penanggulangan pandemi di Indonesia dikelompokkan ke dalam lima pilar utama. Pertama deteksi, dilakukan melalui penguatan testing, tracing, karantina atau isolasi.
Baca juga: Kapolri Ingatkan Bayang-Bayang Gelombang Ketiga Covid-19 Ada di Depan Mata
Deteksi juga dilakukan melalui surveilans untuk pembelajaran tatap muka (PTM) dan surveilans genomic untuk mengawasi varian baru serta pengawasan di pintu masuk negara. Kedua, manajemen klinis dilakukan tata laksana kasus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan termasuk potensi obat baru dan persiapan kapasitas rumah sakit dan fasyankes lain.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya untuk mempertahankan kasus positif Covid-19 serendah mungkin dengan penurunan kasus yang konsisten. “Upaya ini akan efektif jika masyarakat patuh, taat dan disiplin terapkan protokol kesehatan termasuk mengurangi mobilitas dan berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19.” kata Nadia dikutip dalam keterangan dari KPC PEN, Rabu (17/11/2021).
Dia menambahkan, upaya-upaya penanggulangan pandemi di Indonesia dikelompokkan ke dalam lima pilar utama. Pertama deteksi, dilakukan melalui penguatan testing, tracing, karantina atau isolasi.
Baca juga: Kapolri Ingatkan Bayang-Bayang Gelombang Ketiga Covid-19 Ada di Depan Mata
Deteksi juga dilakukan melalui surveilans untuk pembelajaran tatap muka (PTM) dan surveilans genomic untuk mengawasi varian baru serta pengawasan di pintu masuk negara. Kedua, manajemen klinis dilakukan tata laksana kasus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan termasuk potensi obat baru dan persiapan kapasitas rumah sakit dan fasyankes lain.
Lihat Juga :