Airlangga: Indonesia Belum Izinkan Vaksin Booster Jamaah Umrah
Selasa, 16 November 2021 - 17:32 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, Indonesia hingga kini belum memberi izin booster jamaah umrah. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, Indonesia hingga kini belum memberi perizinan booster untuk jamaah umrah. Hal ini karena pemerintah masih mengejar target vaksinasi 70% untuk dosis pertama.
Baca juga: Vaksin Booster Berbayar Dimulai 2022, Intip Bocoran Harga Sinovac hingga Pfizer
Selain itu untuk dosis kedua targetnya 40%, sehingga booster baru akan dipersiapkan di bulan Januari 2022.
Baca juga: Tak Beri Vaksin Booster Gratis ke Anggota DPR, Menkes Minta Maaf
"Tahap awal memang kita ketahui Saudi baru mengakui vaksin yang mereka pakai yaitu Astrazeneca, Moderna, Pfizer, Johnson and Johnson dan mereka menambah pengakuan yaitu Sinovac dan Sinopharm," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(16/11/2021).
"Namun untuk Sinovac dan Sinopharm mereka masih meminta adanya booster dan Indonesia sekarang belum memberikan perizinan untuk booster ketiga kecuali nakes," tambahnya.
Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut lanjutnya, ada usulan di mana pemerintah dalam hal ini Menteri Agama (Menag) melakukan diplomasi ke Arab Saudi.
Baca juga: Vaksin Booster Berbayar Dimulai 2022, Intip Bocoran Harga Sinovac hingga Pfizer
Selain itu untuk dosis kedua targetnya 40%, sehingga booster baru akan dipersiapkan di bulan Januari 2022.
Baca juga: Tak Beri Vaksin Booster Gratis ke Anggota DPR, Menkes Minta Maaf
"Tahap awal memang kita ketahui Saudi baru mengakui vaksin yang mereka pakai yaitu Astrazeneca, Moderna, Pfizer, Johnson and Johnson dan mereka menambah pengakuan yaitu Sinovac dan Sinopharm," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(16/11/2021).
"Namun untuk Sinovac dan Sinopharm mereka masih meminta adanya booster dan Indonesia sekarang belum memberikan perizinan untuk booster ketiga kecuali nakes," tambahnya.
Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut lanjutnya, ada usulan di mana pemerintah dalam hal ini Menteri Agama (Menag) melakukan diplomasi ke Arab Saudi.
Lihat Juga :