Tanda Tangani MoU dengan Kementan, Kapolri Siap Kawal Ketahanan Pangan

Selasa, 16 November 2021 - 14:41 WIB
loading...
Tanda Tangani MoU dengan...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Polri menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pendampingan dalam pemeliharaan keamanan pada pelaksanaan program pembangunan pertanian. Penandatanganan dilakukan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, MoU tersebut dalam rangka mendukung dan mempercepat seluruh program Kementan bisa berjalan dengan baik dan lancar. MoU nantinya akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang akan dilaksanakan oleh rekan-rekan pejabat utama dengan dirjen terkait di Kementan.

“Mou ini tentunya dilakukan dalam rangka mendorong dan mempercepat agar program dari Kementan betul-betul bisa berjalan dengan hasil yang optimal," kata Sigit. Baca juga: Mentan Ingin Tahun Depan Ekspor Produk Kentang Tembus Rp100 Miliar

Sigit menekankan, sektor pertanian menyangkut hajat hidup 273 juta masyarakat Indonesia yang setiap harinya harus terpenuhi. Oleh sebab itu ketahanan pangan harus terpenuhi dengan meningkatkan produktivitas.

"Terkait dengan masalah kebutuhan pangan dan ini menjadi konsen kita bagaimana mendorong agar produktivitas pertanian semakin hari jadi makin meningkat," ujar mantan Kapolda Banten itu.

Menurut Sigit, dalam MoU tersebut juga dibahas pemanfaatan pengembangan lahan pertanian yang belum tersentuh. Selain itu diperlukan upaya strategi guna memanfaatkan lahan yang ada dengan melakukan modernisasi pertanian. "Ini menjadi program kita untuk kembangkan dua hal tersebut," tutur mantan Kabareskrim Polri ini.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, Sigit menegaskan bahwa, Polri akan mendukung seluruh program Kementan mewujudkan ketahanan pangan. Terwujudnya ketahanan pangan, menurut Sigit, hal itu akan berdampak positif bagi Indonesia. Misalnya bisa mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ekspor dalam negeri.

"Dalam kurun waktu 2 tahun ini kita tidak impor beras. Ini tentunya jadi prestasi dari Kementan dan kita akan terus dukung kedepan ketergantungan seperti ini bisa kita kurangi. Dan ekspor kita, bisa kita tingkatkan," tandasnya.

Sigit memaparkan, dalam mewujudkan ketahanan pangan, Polri juga telah berperan aktif terkait program Food Estate. Dengan begitu, sektor pertanian dan peternakan bisa semakin dimaksimalkan. Baca juga: Dankor Brimob Bakal Dipegang Jenderal Bintang Tiga, Polri Tambah Personel dan Mako

"Program Food Estate yang saat ini sedang dikembangkan menjadi konsen kami untuk supaya itu bisa berjalan. Sehingga bagaimana kita memiliki lahan pertanian, peternakan yang luas, yang bisa mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia, ke depan betul-betul terwujud," papar Sigit.

Sigit mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19 sektor pertanian saat ini mampu menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar. Bahkan cukup untuk ekspor.

"Ini sebetulnya bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Kami dari kepolisian akan terus mendukung dan sinergi untuk dukung agar program dalam wujudkan ketahanan pangan, bagaimana kurangi impor dan perbesar ekspor ini betul-betul bisa terlaksana dengan baik," kata Sigit.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa Kementan tidak bisa bergerak dan bekerja sendiri. Sebab itu pihaknya sangat memerlukan bantuan dari Polri guna memenuhi kebutuhan pangan terpenuhi.

"Tentu saja Kementan tidak bisa sendiri. Harus bersama unsur yang ada. Kami berterima kasih Bapak Kapolri bersedia membackup sepenuhnya," ujar Syahrul.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Rekomendasi
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved