Kisah 2 Paman Prabowo yang Gugur di Usia Belia saat Bertempur Bersama Daan Mogot

Senin, 15 November 2021 - 05:30 WIB
loading...
Kisah 2 Paman Prabowo...
Kapten Anumerta Subianto Djojohadikusumo dan Taruna Sujono Djojohadikusumo, dua paman Menhan Prabowo Subianto yang gugur dalam pertempuran Lengkong di bawah komando Mayor Daan Mogot. Foto/facebook
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ternyata memiliki dua paman juga terjun di dunia militer. Salah satu nama paman tersebut kini disandang Prabowo.

"Yang banyak tidak tahu, paman saya, namanya Subianto. Itulah nama yang saya sandang sekarang, Prabowo Subianto,” kata Prabowo saat menerima penganugerahan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (12/11/2021).

Ya, paman Prabowo itu bernama lengkap Subianto Djojohadikusumo, seorang tentara dengan pangkat terakhir kapten. Bersama saudaranya Taruna Sujono Djojohadikusumo, Subianto terjun dalam pertempuran Lengkong, Tangerang Selatan Mayor Elias Daan Mogot. Di dalam pertempuran itulah, kedua saudara kandung Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, tersebut gugur.

Baca juga: Pemilih Jokowi Mulai Melirik Prabowo, Ini Alasannya

Kiprah kedua paman yang gugur dalam usia muda tersebut diceritakan Prabowo dalam biografinya, Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Mantan Danjen Kopassus menuturkan, setelah Indonesia merdeka, Subianto dan Sujono masuk tentara. Subianto langsung perwira, sedangkan Sujono masuk jenjang taruna (kadet). Mereka merupakan rekan seperjuangan Daan Mogot, perwira Tentara Republik Indonesia.

Kisah 2 Paman Prabowo yang Gugur di Usia Belia saat Bertempur Bersama Daan Mogot

Mayor Daan Mogot, perwira yang memimpin pertempuran Lengkong. Foto/ist

Daan Mogot merupakan sosok tentara dengan karier cemerlang. Pria kelahiran Manado itu menjadi mayor pada usia 16 tahun setelah mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air (Peta) di usia 14 tahun. Pada 1944, Daan Mogot ditempatkan sebagai staf Markas Besar Peta di Jakarta hingga Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan RI itu dia bergabung dengan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan mendapat pangkat mayor.

“Berbekal pengalamannya sebagai pelatih Peta di Bali, Daan Mogot bersama rekan-rekan sesama perwira menggagas pendidikan akademi militer. Gagasannya ditanggapi serius Markas Besar Tentara di Jakarta dan pada November 1945 berdirilah Militaire Academi Tangerang (MAT),” kata Prabowo.

Baca juga: Misteri Buku Kecil LB Moerdani Dibongkar Jenderal Kopassus, Isinya Mencengangkan

Karena kegigihan dan keberhasilan memimpin pasukan, Daan Mogot dipercaya menjadi direktur Akademi Militer Tangerang yang pertama. Dia diberi tugas mendidik calon-calon perwira Indonesia untuk ikut serta dalam perang mempertahankan kemerdekaan RI.

Pertempuran Lengkong

Pada Januari 1946 pasukan Belanda dan KNIL menduduki Parung dalam upaya untuk menguasai kembali wilayah Indonesia. Target pasukan tersebut adalah depot senjata tentara Jepang di Lengkong, Serpong. Pada 25 Januari 1946, berangkatlah pasukan di bawah pimpinan Mayor Daan Mogot. Berkekuatan 70 kadet Akademi Militer Tangerang dan 8 tentara Gurkha, misi pasukan Daan Mogot adalah mencegah senjata tentara Jepang jatuh ke tangan Belanda.

Prabowo menceritakan, pada pukul 16.00 pasukan tiba di markas Jepang. Kehadiran empat serdadu Gurkha berhasil meyakinkan Jepang bahwa rombongan pasukan yang datang yakni gabungan TKR dan sekutu.

Mayor Daan Mogot bersama beberapa tentara memasuki kantor militer Jepang. Di sana mereka memberikan penjelasan mengenai maksud kedatangan tersebut. Tetapi di luar markas, Lettu Subianto dan Lettu Soetopo tanpa menunggu hasil perundingan langsung melucuti tentara Jepang. Senjata-senjata Nippon itu berhasil dikumpulkan.

“Namun tiba-tiba terdengar letusan senjata. Letusan ini memicu kepanikan tentara Jepang yang menduga mereka dijebak sehingga mereka mulai sigap dan menembaki tentara MAT,” ucap Prabowo.

Baca juga: PDIP Diyakini Calonkan Ganjar Jika Anies dan Prabowo Maju Pilpres 2024

Para taruna MAT pun mencoba memberikan perlawanan. Mereka melepaskan tembakan pula untuk membalas. Tetapi pertempuran itu tidak seimbang. Perang berakhir ketika hari mulai gelap. Prajurit yang masih hidup ditawan Jepang, sementara lainnya berhasil menyelematkan diri.

“Mayor Daan Mogot, Lettu Subianto Djojohadikusumo, Kadet Sujono dan dua perwira dari polisi tentara serta 33 prajurit gugur dalam pertempuran. Dua paman saya, Subianto dan Sujono, pada saat itu usianya baru 16 tahun,” tutur Prabowo.

“Dari cerita Daan Mogot dan Pertempuran Lengkong sejak kecil saya belajar sebuah pelajaran abadi. Pelajaran bahwa nilai-nilai patriotism, idealisme dan keberpihakan kepada Merah Putih dapat dimulai dari usia sangat muda,” ucap mantan Pangkostrad ini.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved