Antisipasi Kejahatan Siber, Ini Penjelasan Blibli Terkait Tudingan Penipu
Jum'at, 05 Juni 2020 - 10:33 WIB
loading...
Maraknya penipuan online terjadi hingga seluruh dunia. Karenanya, masyarakat harus memperhatikan secara jeli sebelum melakukan segala sesuatunya di online. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Maraknya penipuan melalui media online terjadi hingga seluruh dunia. Karenanya, masyarakat harus memperhatikan secara jeli sebelum melakukan segala sesuatunya di online, seperti transaksi jual beli atau pun lainnya.
Baru-baru ini terjadi aksi dugaan penipuan lewat arisan online (daring). Kali ini menimpa empat orang mahasiswi di Medan, Sumatera Utara. Mereka kemudian melaporkan sebuah akun grup Whatsapp yang mengatasnamakan arisan daring Medan ke Polda Sumatera Utara (Sumut).
(Baca juga: Data KPU Bocor, Ada Peluang Bagi Kejahatan Siber)
Pemilik akun tersebut menolak mengembalikan uang yang diminta para member dengan total mencapai Rp3 miliar. Pelaku diduga melakukan penipuan dan pengelapan uang dengan modus arisan daring.
(Baca juga: Facebook Messenger Perangi Penipuan dengan Peringatan Pop-up)
Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda mengatakan, tak hanya soal cyber crime atau kejahatan saja yang dilihat, namun juga ada perawatan atas sistem yang dibangun dan updating serta upgrading sistem. Kalau tidak, maka akan tertinggal atau ditinggalkan atau malah bisa diacak-acak oleh penjahat siber.
Baru-baru ini terjadi aksi dugaan penipuan lewat arisan online (daring). Kali ini menimpa empat orang mahasiswi di Medan, Sumatera Utara. Mereka kemudian melaporkan sebuah akun grup Whatsapp yang mengatasnamakan arisan daring Medan ke Polda Sumatera Utara (Sumut).
(Baca juga: Data KPU Bocor, Ada Peluang Bagi Kejahatan Siber)
Pemilik akun tersebut menolak mengembalikan uang yang diminta para member dengan total mencapai Rp3 miliar. Pelaku diduga melakukan penipuan dan pengelapan uang dengan modus arisan daring.
(Baca juga: Facebook Messenger Perangi Penipuan dengan Peringatan Pop-up)
Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda mengatakan, tak hanya soal cyber crime atau kejahatan saja yang dilihat, namun juga ada perawatan atas sistem yang dibangun dan updating serta upgrading sistem. Kalau tidak, maka akan tertinggal atau ditinggalkan atau malah bisa diacak-acak oleh penjahat siber.
Lihat Juga :