Sekjen PDIP Sebut Ganjar Pranowo Tidak Akan Tergoda dengan Bujuk Rayu Partai Lain
Sabtu, 13 November 2021 - 12:57 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meyakini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak akan tergoda dengan bujuk rayu pinangan partai politik lain. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meyakini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader asli PDIP tidak akan tergoda dengan bujuk rayu pinangan partai politik lain.
"Bagi PDI Perjuangan kepemimpinan itu lahir dari proses kaderisasi secara sistemik, bukan dengan membajak kader partai lain sebagai jalan pragmatis kekuasaan," ujar Hasto Kristiyanto, Jumat (12/11/2021).
Hasto menilai, tawaran elite Partai Golkar kepada Ganjar Pranowo apabila tidak mendapatkan restu dari PDIP untuk bisa maju di Pilpres 2024 sebagai sebuah bentuk keputusasaan. "Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Pak Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaannya setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik, dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi," kata Hasto.
Baca juga: Golkar Siap Tampung Ganjar Pranowo Jika PDIP Tak Beri Tempat di Pilpres 2024
Setiap anggota dan kader partai itu, kata Hasto, akan selalu dihadapkan pada ujian, termasuk godaan kekuasaan. Dari situ, mentalitas kader, kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi setiap kader akan diuji. "Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan," tegas Hasto.
"Bagi PDI Perjuangan kepemimpinan itu lahir dari proses kaderisasi secara sistemik, bukan dengan membajak kader partai lain sebagai jalan pragmatis kekuasaan," ujar Hasto Kristiyanto, Jumat (12/11/2021).
Hasto menilai, tawaran elite Partai Golkar kepada Ganjar Pranowo apabila tidak mendapatkan restu dari PDIP untuk bisa maju di Pilpres 2024 sebagai sebuah bentuk keputusasaan. "Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Pak Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaannya setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik, dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi," kata Hasto.
Baca juga: Golkar Siap Tampung Ganjar Pranowo Jika PDIP Tak Beri Tempat di Pilpres 2024
Setiap anggota dan kader partai itu, kata Hasto, akan selalu dihadapkan pada ujian, termasuk godaan kekuasaan. Dari situ, mentalitas kader, kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi setiap kader akan diuji. "Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan," tegas Hasto.
Lihat Juga :