Tokoh GP Ansor: NU Dijaga Nabi Khidir, Tak Perlu Tarik-tarik Jokowi ke Muktamar
Sabtu, 13 November 2021 - 11:46 WIB
loading...
Ketua GP Ansor Rahmat Pulungan mengatakan, tidak perlu menarik-narik Presiden Jokowi dalam Muktamar NU. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam yang memiliki kontribusi di dalam pendirian bangsa dan negara. Sehingga semua produk pemikiran dan pergerakan yang dihasilkan NU, terbukti memiliki tujuan untuk menjaga dan membesarkan NKRI.
"Semua orang yang punya cita-cita membangun dan membesarkan Indonesia pasti berkepentingan (agar) NU juga ikut besar, kokoh dan mandiri. Mereka paham NU ada salah satu tiang negara. Kalau tiangnya goyang, sudah pasti ikut memengaruhi yang lain," kata Ketua GP Ansor Rahmat Pulungan, Sabtu (13/11/2021).
Rahmat menilai, pemerintah dan siapa pun presidennya pasti memiliki kewajiban struktural dan moral untuk menjaga dan membesarkan NU. "Pak Jokowi adalah Presiden yang memiliki kedekatan dan kedalaman hubungan dengan ulama, tokoh, kiai dan kaum muda NU. Komitmen dan kontribusi beliau untuk kemajuan SDM NU bisa dilihat sendiri selama beliau menjabat. Beliau memiliki hubungan lahir-batin dengan ulama dan kiai NU," ujarnya.
Baca juga: Cerita Mistis Baret Ungu Korps Marinir, Diambil dari Selendang Nyi Roro Kidul
Oleh karena itu, kata Rahmat, jika ada pihak yang menarik-narik Jokowi dalam urusan Muktamar NU, baginya itu terlalu berlebihan. Justru hal itu malah mengecilkan NU itu sendiri. "Sejujurnya, NU itu enggak usah dibantu pemerintah di basis tetap jalan semua programnya, mulai kaderisasi, PKN, PKPNU, MKNU, Diklatsar, maulid, lailatul ijtima, pengajian, dan lain-lain," katanya.
"Semua orang yang punya cita-cita membangun dan membesarkan Indonesia pasti berkepentingan (agar) NU juga ikut besar, kokoh dan mandiri. Mereka paham NU ada salah satu tiang negara. Kalau tiangnya goyang, sudah pasti ikut memengaruhi yang lain," kata Ketua GP Ansor Rahmat Pulungan, Sabtu (13/11/2021).
Rahmat menilai, pemerintah dan siapa pun presidennya pasti memiliki kewajiban struktural dan moral untuk menjaga dan membesarkan NU. "Pak Jokowi adalah Presiden yang memiliki kedekatan dan kedalaman hubungan dengan ulama, tokoh, kiai dan kaum muda NU. Komitmen dan kontribusi beliau untuk kemajuan SDM NU bisa dilihat sendiri selama beliau menjabat. Beliau memiliki hubungan lahir-batin dengan ulama dan kiai NU," ujarnya.
Baca juga: Cerita Mistis Baret Ungu Korps Marinir, Diambil dari Selendang Nyi Roro Kidul
Oleh karena itu, kata Rahmat, jika ada pihak yang menarik-narik Jokowi dalam urusan Muktamar NU, baginya itu terlalu berlebihan. Justru hal itu malah mengecilkan NU itu sendiri. "Sejujurnya, NU itu enggak usah dibantu pemerintah di basis tetap jalan semua programnya, mulai kaderisasi, PKN, PKPNU, MKNU, Diklatsar, maulid, lailatul ijtima, pengajian, dan lain-lain," katanya.
Lihat Juga :