Ketua DPD RI: Pemecahan Rekor Dunia Angklung Bentuk Penghargaan untuk Budaya Indonesia

Rabu, 10 November 2021 - 15:35 WIB
loading...
Ketua DPD RI: Pemecahan...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi pemecahan rekor dunia bermain angklung serentak dari 50 negara di lima benua. FOTO/IST
A A A
SURABAYA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi pemecahan rekor dunia bermain angklung serentak dari 50 negara di lima benua. Menurut LaNyalla, kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Angklung se-Dunia itu adalah bentuk penghargaan yang tinggi terhadap kebudayaan dan kesenian Indonesia dari masyarakat internasional.

Rekor yang tercatat atas nama Dharma Pertiwi itu, dimainkan serempak secara online dan offline oleh lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di 50 negara di lima benua.

Kegiatan bertajuk ‘Angklung Mendunia’ dengan tema ‘Lestarikan, Giatkan dan Generasikan Angklung Mendunia’, dilakukan offline di Museum Satriamandala, Jakarta. Secara online, kegiatan ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Dharma Pertiwi pada 8 November 2021.

"Saya memberikan apresiasi atas pemecahan rekor dunia tersebut. Tentu hal ini sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia," kata LaNyalla di sela-sela kunjungan dapil, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Kesultanan Kadriyah Pontianak Resmikan Gelar Datuk I Puatta untuk LaNyalla

Senator asal Jawa Timur itu menilai, permainan angklung mencerminkan karakter khas masyarakat Indonesia yang mengedepankan kerja sama dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. "Filosofi angklung dalam kehidupan manusia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni bermasyarakat, yang merupakan ciri khas masyarakat kita," ujar LaNyalla.

Hal ini digambarkan dalam permainan angklung yang harus dimainkan secara berkelompok dengan berfokus kepada simbol pemandu yang diberikan pemimpin.

Baca juga: Ketua DPD RI Dukung Kolaborasi Kemendagri-BRI Beri Perlindungan Hari Tua Perangkat Desa

Selain itu, para pemain angklung juga harus tahu irama lagu yang dimainkannya agar bisa menyelaraskan dari pemain yang satu ke pemain yang lainnya. "Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki posisi dan tugas masing-masing yang harus dipatuhi. Jika tidak, maka akan mengganggu tatanan kehidupan atau harmonisasi," terang LaNyalla.

Dalam permainan angklung, LaNyalla melanjutkan, pemain ada yang mendapatkan bagian yang banyak untuk memainkannya dan ada yang sedikit untuk memainkannya. "Sama halnya kehidupan di dalam masyarakat, ada orang yang berperan dan bertugas lebih banyak dan ada yang lebih sedikit," kata dia.

Dengan kata lain, LaNyalla menilai permainan angklung merupakan bentuk keselarasan dalam setiap langkah dan gerak irama.

"Angklung merupakan simbol harmonisasi kehidupan dalam masyarakat. Untuk itu, selain atraksi permainan, angklung sangat menghibur. Namun, kita perlu memahami makna yang terkandung di dalamnya, bahwa seni budaya menjadi petunjuk tertentu dalam menjalani kehidupan bermasyarakat."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sultan: Penghargaan...
Sultan: Penghargaan untuk Ibunda Bayu Satria Dorong Penguatan Gerakan Inklusi Nasional
Ketua DPD RI Usulkan...
Ketua DPD RI Usulkan 9 November sebagai Green Democracy Day
Gelar Fun Walk Green...
Gelar Fun Walk Green Democracy, Ketua DPD: Parlemen Akan Banyak Bersidang di Ruang Terbuka
Ketua DPD: 1 Tahun Pemerintahan...
Ketua DPD: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Tunjukkan Kepemimpinan Kuat dan Transformatif
Genap 21 Tahun, DPD...
Genap 21 Tahun, DPD RI Kantongi 75 Persen Kepercayaan Publik
Sultan Najamudin Tegaskan...
Sultan Najamudin Tegaskan Perjuangan Ekologis sebagai Martabat Bangsa
JCB Hydromax, Mesin...
JCB Hydromax, Mesin Hidrogen 1.600 HP Siap Pecahkan Rekor Dunia
1.700 Penari Kipas Ciptakan...
1.700 Penari Kipas Ciptakan Rekor Tari Kolosal di Solo
Pendidikan Letda TNI...
Pendidikan Letda TNI Rizki Juniansyah, Lifter yang Pecahkan Rekor Dunia SEA Games 2025
Rekomendasi
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved