Pendekar Tapak Suci Rumuskan Terobosan Pembinaan Ideologi Pancasila di Era Disrupsi
Senin, 08 November 2021 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Tahmid Masyhudi mendorong Tapak Suci menjadi dalam merangkul kelompok seni bela diri yang lain untuk menjadi kekuatan budaya sebagai pemersatu dan menguatkan ideologi Pancasila. ”Tapak Suci memiliki modal kuat, yaitu bisa memasuki seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan di Indonesia, bahkan mancanegara,” kata dia.
Baca juga: Abdul Malik Ahmad, Pendekar Silat Muslim Belajar Cimande dan Tapak Suci
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nazaruddin Malik berpesan di tengah persoalan bangsa yang semakin kompleks, Tapak Suci dapat di-reupdate untuk menjadi gerakan baru dengan membangun kepemimpinan profetik agar bangsa ini keluar dari kesenjangan sosial ekonomi dan dapat memecah mata rantai oligarki yang dapat mengancam ideologi Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.
Sementara Koordinator Tim Kerja, Faozan Amar mengajak Tapak Suci sebagai Putera Muhammadiyah bereperan sebagai ujung tombak dalam pembinaan Ideologi Pancasila "Karena Pancasila merupakan pandangan hidup, ideologi negara, philosofische gronsdlag, dasar negara, jiwa dan kepribadian bangsa, serta pemersatu bangsa," ujar Faozan.
Baca juga: Abdul Malik Ahmad, Pendekar Silat Muslim Belajar Cimande dan Tapak Suci
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nazaruddin Malik berpesan di tengah persoalan bangsa yang semakin kompleks, Tapak Suci dapat di-reupdate untuk menjadi gerakan baru dengan membangun kepemimpinan profetik agar bangsa ini keluar dari kesenjangan sosial ekonomi dan dapat memecah mata rantai oligarki yang dapat mengancam ideologi Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.
Sementara Koordinator Tim Kerja, Faozan Amar mengajak Tapak Suci sebagai Putera Muhammadiyah bereperan sebagai ujung tombak dalam pembinaan Ideologi Pancasila "Karena Pancasila merupakan pandangan hidup, ideologi negara, philosofische gronsdlag, dasar negara, jiwa dan kepribadian bangsa, serta pemersatu bangsa," ujar Faozan.
(muh)
Lihat Juga :