Pendekar Tapak Suci Rumuskan Terobosan Pembinaan Ideologi Pancasila di Era Disrupsi
Senin, 08 November 2021 - 15:36 WIB
loading...
Para pendekar, kader, dan siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah berkumpul dalam sarasehan untuk merumuskan terobosan dalam pembinaan ideologi Pancasila. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Pancasila sebagai ideologi bangsa selalu berhadapan dengan ancaman sepanjang sejarah. Terlebih di era disruptif seperti saat ini, beragam ideologi sedang berupaya menggoyahkan Pancasila. Agar Pancasila dapat dipertahankan sebagai ideologi bangsa, dibutuhkan terobosan rumusan pembinaan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Untuk mendiskusikannya para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah berkumpul dalam sarasehan bertema Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Melestarikan Pencak Silat sebagai Kebudayaan Indonesia bagi Pendekar di UMM Hotel Malang, Jawa Timur, Minggu (7/11/2021). Selain para pendekar, kader dan siswa Tapak Suci se-Jawa Timur turut ambil bagian dalam sarasehan ini.
Baca juga: Soal Radikalisme, Ini Beda Pandangan NU dan Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci Chairul Muriman menegaskan, Tapak Suci memiliki peran vital dalan merajut persatuan di tengah keberagaman. ”Seluruh keluarga besar Tapak Suci, baik pendekar, kader, dan siswa harus memiliki pandangan inklusif dan perilaku yang konstruktif di era globalisasi dan era disrupsi saat ini,” tutur Chairul melalui rilis yang diterima, Senin (8/11/2021).
Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Timur Sasmito Djati berharap sarasehan tersebut dapat melahirkan reaktualisasi ideologi Pancasila di tengah era disrupsi saat ini agar keutuhan bangsa tetap terjaga dengan baik. ”Tapak Suci memiliki tugas suci untuk mengawal Pancasila dan melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa," ujar dia.
Untuk mendiskusikannya para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah berkumpul dalam sarasehan bertema Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Melestarikan Pencak Silat sebagai Kebudayaan Indonesia bagi Pendekar di UMM Hotel Malang, Jawa Timur, Minggu (7/11/2021). Selain para pendekar, kader dan siswa Tapak Suci se-Jawa Timur turut ambil bagian dalam sarasehan ini.
Baca juga: Soal Radikalisme, Ini Beda Pandangan NU dan Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci Chairul Muriman menegaskan, Tapak Suci memiliki peran vital dalan merajut persatuan di tengah keberagaman. ”Seluruh keluarga besar Tapak Suci, baik pendekar, kader, dan siswa harus memiliki pandangan inklusif dan perilaku yang konstruktif di era globalisasi dan era disrupsi saat ini,” tutur Chairul melalui rilis yang diterima, Senin (8/11/2021).
Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Timur Sasmito Djati berharap sarasehan tersebut dapat melahirkan reaktualisasi ideologi Pancasila di tengah era disrupsi saat ini agar keutuhan bangsa tetap terjaga dengan baik. ”Tapak Suci memiliki tugas suci untuk mengawal Pancasila dan melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa," ujar dia.
Lihat Juga :