Indonesia Ajak Dunia Berbagi Pengetahuan Pengelolaan Mangrove di World Mangrove Center

Sabtu, 06 November 2021 - 23:50 WIB
loading...
Indonesia Ajak Dunia...
Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto (kanan) bersama Dirjen di Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Profesor Claudia Warning dan peneliti KLHK Virni B Arifanti usai sesi diskusi panel di Paviliun Indonesia. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia mengajak dunia untuk bekerja sama, berbagi pengalaman, dan pengetahuan di World Mangrove Center. Hal ini untuk memacu pengelolaan mangrove berkelanjutan yang memiliki nilai penting secara ekonomi dan sosial sekaligus strategis dalam pengendalian perubahan iklim.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menyatakan, Indonesia sangat serius untuk memastikan kelestarian hutan mangrove. Indonesia menginisiasi tiga resolusi terkait mangrove dan pesisir dalam sidang lingkungan hidup PBB, UNEA ke-4 tahun 2019.

Indonesia juga memperluas kerja lembaga yang dahulu hanya fokus pada restorasi gambut menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Selain itu, Indonesia berinisiatif mengembangkan World Mangrove Center (WMC) dengan dukungan Pemerintah Jerman.

Baca juga: Karhutla Terkendali, Syarat Penting Capai Target NDC

"WMC akan menjembatani, mengkoordinasi dan memperkuat kolaborasi di antara semua stakeholder pada semua tingkatan di berbagai Negara untuk mendukung pengelolaan hutan mangrove," kata Alue pada sesi diskusi panel di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP26 UNFCCC di Glasgow, Skotlandia, Jumat 5 November 2021, dikutip dari siaran pers Kementerian LHK, Sabtu (6/11/2021).

Indonesia adalah pemilik ekosistem mangrove terluas di dunia. Ambisi untuk merehabilitasi mangrove ditingkatkan pada periode 2021-2024 dengan target luas 600.000 hektar dengan melibatkan pemerintah, LSM, masyarakat, dan pelaku usaha.

Indonesia juga baru saja meluncurkan Peta Mangrove Nasional (PMN) pada Oktober 2021 dengan skala detil 1:25.000. Hasil analisis data menunjukkan, terdapat perubahan luasan yang cukup signifikan luas eksisting mangrove dari PMN 2013-2019 sebesar 3,311,245 Ha, dan hasil pemutakhiran PMN di tahun 2021 menjadi seluas 3.364.080 Ha. Dengan kata lain terdapat kenaikan luasan mangrove eksisting seluas 52.835 Ha.

Alue Dohong menekankan pentingnya hutan mangrove secara ekologi dan ekonomi. Mangrove menjadi tempat hidup biota laut bernilai ekonomis penting bagi masyarakat. Mangrove juga banyak dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata oleh masyarakat.

Secara ekologis, mangrove menjadi benteng dari abrasi, intrusi air laut, dan tsunami. "Keberadaan mangrove juga penting secara politis bagi Indonesia karena terbukti mampu melindungi dan mempertahankan keberadaan pulau-pulau terluar Indonesia," kata Alue.

Baca juga: Negara Harus Lebih Serius Melindungi Bumi dan Sikapi Perubahan Iklim

Alue Dohong juga mengingatkan peran penting mangrove dalam pengendalian perubahan iklim karena mampu menyimpan karbon 3 sampai 5 kali lipat lebih tinggi dari hutan tropis.

Dirjen di Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) Profesor Claudia Warning menyatakan, pihaknya mendukung inisiatif Indonesia untuk mengembangkan WMC karena menyadari pentingnya keberadaan mangrove.

"Mangrove tidak hanya penting untuk keanekaragaman hayati di pesisir tapi juga mendukung ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja," katanya.

Jerman mendukung Indonesia dalam pengembangan WMC dengan lokasi percontohan di Karang Gading, Sumatera Utara; Delta Mahakam dan Berau, Kalimantan Timur; dan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Jerman melalui proyek Forest Programme (FP) VI menghibahkan 20 juta euro lewat Bank Pembangunan Jerman (KfW) untuk mendukung pengembangan WMC di Indonesia.

Sementara Peneliti Kementerian LHK Virni B Arifanti memaparkan, penelitian yang dilakukan di Berau menunjukkan besarnya pelepasan emisi gas rumah kaca (GRK) jika mangrove mengalami kerusakan. "Rusaknya 1 hektar hutan mangrove akan menyebabkan kehilangan 50% stok karbon yang tersimpan," katanya.

Oleh karena itu, Virni menekankan hutan mangrove Indonesia berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Mempertahankan mangrove bisa mengurangi emisi GRK Indonesia di sektor penggunaan lahan antara 10-31%.

Virni juga menyatakan pentingnya melibatkan masyarakat dalam kegiatan perekonomian yang berbasis konservasi dan rehabilitasi mangrove.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved