Muqowam: PBNU Masih Butuh Said Aqil
Kamis, 04 November 2021 - 03:04 WIB
loading...
A
A
A
Muktamar ke-34 NU dijadwalkan digelar pada 23-25 Desember 2021. Muktamar kali ini memuat momentum penting. NU akan memasuki fase tinggal landas dari perjalanan panjangnya di abad pertama menuju abad kedua yang diproyeksikan mampu meningkatkan peran sebagai jangkar kemakmuran bangsa.
NU sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 di Surabaya telah senantiasa tegak lurus dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum abad kedua, haruslah menjadi tonggak untuk menambatkan tugas baru sebagai garda perekonomian bangsa.
"Menghadapi era society 5.0, PBNU, dalam kepemimpinan Kiai Said, juga telah dan terus menyiapkan diri. Antara lain melalui penguatan perguruan tinggi," tuturnya.
NU secara nasional mempunyai 274 perguruan tinggi di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU). Tapi ini belum cukup. Sejak 2014, melalui Badan Hukum Perkumpulan NU, PBNU telah melahirkan 23 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan memfokuskan output di tiga isu terkini, yaitu sains, teknologi, dan engineering. 23 UNU ini sudah berjalan dan akan terus dikembangkan.
Dengan fokus pada tiga hal ini juga, Kiai Said masih menargetkan dalam waktu yang tidak lama sekurangnya satu wilayah NU akan mendirikan satu Institut Teknologi dan Sains (ITS NU). Keberadaan perguruan tinggi berbasis sains, teknologi, dan engineering ini krusial dalam kerangka mencetak kecakapan hidup era super smart society yang serba internet of things, dan serba artificial intelligence.
NU sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 di Surabaya telah senantiasa tegak lurus dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum abad kedua, haruslah menjadi tonggak untuk menambatkan tugas baru sebagai garda perekonomian bangsa.
"Menghadapi era society 5.0, PBNU, dalam kepemimpinan Kiai Said, juga telah dan terus menyiapkan diri. Antara lain melalui penguatan perguruan tinggi," tuturnya.
NU secara nasional mempunyai 274 perguruan tinggi di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU). Tapi ini belum cukup. Sejak 2014, melalui Badan Hukum Perkumpulan NU, PBNU telah melahirkan 23 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan memfokuskan output di tiga isu terkini, yaitu sains, teknologi, dan engineering. 23 UNU ini sudah berjalan dan akan terus dikembangkan.
Dengan fokus pada tiga hal ini juga, Kiai Said masih menargetkan dalam waktu yang tidak lama sekurangnya satu wilayah NU akan mendirikan satu Institut Teknologi dan Sains (ITS NU). Keberadaan perguruan tinggi berbasis sains, teknologi, dan engineering ini krusial dalam kerangka mencetak kecakapan hidup era super smart society yang serba internet of things, dan serba artificial intelligence.
(rca)
Lihat Juga :