RI Jadi Presidensi G20, PB HMI: Harus Berdampak ke Rakyat Indonesia
Senin, 01 November 2021 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Raihan berharap, KTT G20 memiliki fokus pada pemulihan ekonomi negara-negara yang terdampak Covid-19, terkhusus pada negara sedang berkembang (NSB) yang memiliki kerentanan ekonomi jika dibandingkan dengan negara maju.
"Untuk itu, Indonesia perlu mendorong konektifitas dan kolaborasi global untuk pemulihan ekonomi pasca-Covid-19 yang merata," terangnya
"Semboyan 'Recover Together, Recover Stronger' yang diusung Indonesia pada KTT G20 tahun 2022 mendatang harus dipahami dalam konteks konektifitas dan kolaborasi global untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang inklusif dan merata," tambahnya.
Selain itu, posisi Indonesia yang sangat strategis ini, menurut Raihan, harus dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dengan mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Meskipun ekonomi negara kita mulai tumbuh di tengah pandemi, namun masih ada pekerjaan rumah bagi negara kita untuk memangkas angka kemiskinan dan penganguran yang meningkat akibat pandemi," pungkasnya.
"Untuk itu, Indonesia perlu mendorong konektifitas dan kolaborasi global untuk pemulihan ekonomi pasca-Covid-19 yang merata," terangnya
"Semboyan 'Recover Together, Recover Stronger' yang diusung Indonesia pada KTT G20 tahun 2022 mendatang harus dipahami dalam konteks konektifitas dan kolaborasi global untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang inklusif dan merata," tambahnya.
Selain itu, posisi Indonesia yang sangat strategis ini, menurut Raihan, harus dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dengan mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Meskipun ekonomi negara kita mulai tumbuh di tengah pandemi, namun masih ada pekerjaan rumah bagi negara kita untuk memangkas angka kemiskinan dan penganguran yang meningkat akibat pandemi," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :